LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Harga Emas Bakal Meroket Dipicu Sentimen Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Bank sentral Amerika Serikat (the Fed) diprediksi akan kembali memangkas suku bunga acuannya dalam pertemuan kebijakan moneter pada 29 sampai 30 Oktober pekan ini. Sentimen ini menjadi katalis positif pada kenaikan harga emas.

2019-10-27 12:58:44
Emas
Advertisement

Bank sentral Amerika Serikat (the Fed) diprediksi akan kembali memangkas suku bunga acuannya dalam pertemuan kebijakan moneter pada 29 sampai 30 Oktober pekan ini.

Sentimen ini menjadi katalis positif pada kenaikan harga emas. Harga emas bahkan sempat naik 1 persen sepanjang pekan lalu dan diperdagangkan di atas level USD 1.500 per troy ounce.

"Anda saat ini memiliki permintaan dari para trader 'momentum'. Perihal harga ini akan terus menjadi perhatian dari pedagang global," ungkap Direktur Pelaksana RBC Wealth Management George Gero seperti dilansir Kitco, Minggu (27/10).

Advertisement

Selain adanya proyeksi penurunan suku bunga Federal Reserve, ancaman resesi global yang terlihat dari data ekonomi yang melemah juga membuat harga komoditas emas terus melonjak.

"Emas naik dari level USD 1.480 per ounce. Data ekonomi Amerika Serikat yang melemah semakin besar kemungkinan The Fed untuk menurunkan suku bunga," papar Ahli Strategi Komoditas TD Sekuritas Ryan McKay.

Di sisi lain, Presiden Blue Line Futures Bill Baruch menyebut kenaikan harga emas pada Jumat (25/10) merupakan hal yang secara teknis wajar terjadi.

Advertisement

"Pasar tak bisa turun lebih rendah lagi. Profil habis untuk downside dan beruang tak bisa berbuat apa-apa. Dalam jangka pendek, harga emas kami lihat masih berpotensi naik lagi," kata dia.

Sementara itu, Ahli Strategi Pasar Senioe RJO Futures Phillip Streible mengungkapkan data ekonomi AS yang melemah memang benar-benar memicu untuk The Fed kembali memangkas suku bunga.

"Kami sarankan untuk menjadi sedikit lebih defensif dalam portofolio Anda," ujarnya.

Selain itu dia bilang, saat ini, banyak yang mengincar emas di level USD 1.525 sebagai resistensi utama yang perlu ditembus oleh logam mulia untuk bergerak secara signifikan lebih tinggi lagi.

“Emas harus menembus di atas USD 1.525. Jika kita dapat menutup bulan mendekati USD 1.550, ekspektasi target akhir tahun senilai USD 1.600 bisa berubah," kata Streible.

Sumber: Liputan6

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Baca juga:
Akhir Pekan, Harga Emas Antam Dibanderol Rp757.000 per Gram
Harga Emas Naik Lagi, Dibanderol Rp754.000 per Gram
Harga Emas Naik Rp1.000 Menjadi Rp752.000 per Gram
Harga Emas Hari ini Kembali Turun Menjadi Rp751.000 per Gram
Harga Emas Hari ini Merosot Rp4.000 Menjadi Rp752.000 per Gram
Harga Emas Antam di Awal Pekan Tak Bergerak dari Rp756.000 per Gram
Akhir Pekan, Harga Emas Turun Menjadi Rp756.000 per Gram

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.