LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Harga daging ayam sampai cabai rawit kompak naik, pedagang merugi

Sepekan lalu, harga daging ayam masih berkisar Rp 28.000 per kilogram (kg), kini menjadi Rp 36.000.

2015-08-20 13:32:02
Harga Daging Ayam
Advertisement

Setelah daging sapi, giliran harga bahan pangan lainnya ikut-ikutan naik. Mayoritas harga sembako di Palembang meroket. Pedagang pun mengaku merugi akibat menurunnya pembelian masyarakat.

Berdasarkan pantauan merdeka.com di sejumlah pasar tradisional di Palembang, daging ayam melonjak paling drastis. Sepekan lalu, harga daging ayam masih berkisar Rp 28.000 per kilogram (kg), kini menjadi Rp 36.000.

Sama halnya harga telur yang naik menjadi Rp 22.000 per kg dari sebelumnya Rp 19.000 per kg. Begitu juga dengan gula pasir yang semula Rp 12.000 per kg menjadi Rp 15.000 per kg. Kenaikan harga juga melanda cabai merah dari semula Rp 40.000 per kg, naik menjadi Rp 65.000 per kg.

Advertisement

Hanya cabai rawit yang mengalami penurunan harga, dari Rp 35.000 per kg menjadi Rp 28.000 per kg. Kondisi berbeda dengan harga tepung terigu yang naik menjadi Rp 12.000 per kg dari sebelumnya Rp 9.000 per kg. Beragam jenis sayuran juga naik sekitar Rp 1.000-2.000 per ikat.

Para pedagang mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kenaikan harga bahan pokok. Biasanya, usai lebaran Idul Fitri sembako cenderung turun atau stabil dibanding ketika puasa.

"Ini sudah lama lebarannya, tapi harga naik terus," ungkap Yunani (52), pedagang ayam di Pasar Sekip Palembang, Kamis (20/8).

Advertisement

Sama halnya dituturkan Sarni (45), pedagang sayur di Pasar Semai Palembang. Menurut dia, pedagang hanya mengikuti saja harga yang ditetapkan oleh suplayer.

"Modalnya memang tinggi, harus diikuti saja. Kalau penyebabnya tidak tahu," ujarnya.

Akibat tingginya harga sembako, membuat warga lebih mengirit. Hal ini menyebabkan omzet pedagang menurun drastis dibanding hari-hari sebelumnya.

"Ya rugilah, barang banyak tidak habis. Apalagi sayur, sehari tak laku langsung busuk," keluhnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.