LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Harga Avtur Pertamina Disebut Lebih Murah Dibanding Shell di Kawasan Regional

Dibandingkan beberapa perusahaan migas lain di berbagai bandara di Asia, harga avtur Pertamina memang paling rendah, seperti di Bandara Juanda, dipatok Rp 9.673,31/liter dan di Bandara Soekarno Hatta Rp 8.735,76/liter.

2019-07-07 14:00:00
Avtur
Advertisement

Direktur Eksekutif Center for Energy Policy, M. Kholid Syeirazi menyebut bahwa harga avtur Pertamina cukup kompetitif, bahkan lebih murah dibandingkan Sheell di kawasan regional, seperti Singapura dan Malaysia.

"Di Asia Tenggara, Pertamina sudah mendistribusikan Avtur dengan harga sangat bersaing," kata Kholid seperti dikutip Antara, Minggu (7/7).

Dibandingkan beberapa perusahaan migas lain di berbagai bandara di Asia, harga avtur Pertamina memang paling rendah, seperti di Bandara Juanda, dipatok Rp 9.673,31/liter dan di Bandara Soekarno Hatta Rp 8.735,76/liter.

Advertisement

Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan produk Shell yang dijual di Asia Tenggara, seperti di Bangkok, seharga Rp 9.961,85, di Manila Rp 13.309,15, di Kuala Lumpur Rp 10. 169,66, dan Singapura Rp 11.834,91.

Terkait hal itu Kholid menilai, pemerintah tidak perlu memberi izin kepada perusahaan swasta dalam bisnis avtur. Apalagi terbukti bahwa perusahaan swasta yang berpeluang menjual avtur di Indonesia, yaitu AKR, tidak berkomitmen mendukung program pemerintah.

Dalam hal ini, sejak 12 Mei, AKR menolak menjual solar bersubsidi di seluruh SPBU-nya. Alasannya, karena formula harga BBM dinilai kurang pas sehingga harga jual tidak sesuai dengan keekonomian.

Advertisement

Menurut dia, sikap perusahaan itu justru menegaskan, bahwa perusahaan tersebut tidak layak masuk ke bisnis avtur di tanah air. Bahkan seharusnya, lanjutnya, perusahaan tersebut diberi hukuman atas penghentian penugasan dari pemerintah mendistribusikan BBM jenis solar bersubsidi.

Dan menurutnya, hukuman yang dapat diberikan terhadap swasta yang menghentikan penugasan secara sepihak tersebut adalah, pencabutan izin niaga perusahaan tersebut.

"Saya malah mendukung sanksi ke penyalur swasta tersebut karena menghambat program pemerintah terkait distribusi BBM satu harga," ujar Kholid.

Senada dengan itu, peneliti Indef, Nailul Huda juga mengatakan bahwa harga Avtur Pertamina memang sangat bersaing. "Terutama di Bandara Soekarno Hatta, yang begitu kompetitif jika dibandingkan dengan bandara di ASEAN seperti Changi di Singapura ataupun bandara di Kuala Lumpur," kata dia.

Untuk itu, menurut dia, bahwa tingginya harga tiket pesawat selama ini, bukan sepenuhnya disebabkan Avtur, namun banyak komponen biaya lain yang juga berpengaruh terhadap harga tiket pesawat.

Baca juga:
Musim Haji, Pertamina Tambah Pasokan Avtur 400 Persen di Bandara Adi Soemarmo
Bos AirAsia: Harga Avtur di Indonesia Lebih Mahal Dibanding Malaysia dan Singapura
Indef: Penurunan Harga Avtur Hanya Solusi Sesaat Turunkan Tarif Pesawat
Arus Balik Lebaran 2019, Konsumsi Avtur Naik 11,9 Persen
Pertamina: Penyaluran Avtur Naik 7 Persen di Mudik Lebaran 2019

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.