Harapan Perbankan Terkait Reshuffle Kabinet Jokowi di Tengah Pandemi
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, berharap reshuffle akan menghasilkan sosok yang mampu memperbaiki penanganan Covid-19 untuk meningkatkan kepercayaan pasar. Hal ini demi mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, berharap reshuffle akan menghasilkan sosok yang mampu memperbaiki penanganan Covid-19 untuk meningkatkan kepercayaan pasar. Hal ini demi mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional.
"Kalau resuffle kabinet bisa menghasilkan dampak dalam kesehatan, ini akan bisa mendorong peningkatan konfiden pasar terutama dampak perekonomian relatif meningkat," ujar pria yang akrab disapa Asmo dalam webinar Paparan Economic Outlook 2021, Selasa (22/12).
Sebab, kata Asmo, untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional mutlak diperlukan kepercayaan pasar. Salah satunya dengan memastikan seluruh aktivitas ekonomi bebas dari paparan virus mematikan asal China itu.
"Nah, kita coba bayangkan dalam tiga bulan ke depan kemudian ada penambahan kasus Covid-19 cuma 100 orang maksimal misalnya. Pasti orang-orang akan langsung boosting mobilitas dan konfiden juga," terangnya.
Kendati demikian, dia enggan mengomentari lebih terkait nama yang bakal di cokok dari posisi pembantu presiden saat ini. Sebab, isu itu dinilai diluar pengetahuannya.
"Kalau isu digantinya menteri kesehatan saya tidak ngerti. Terus terang saya no comment," ucap dia mengakhiri.
6 Menteri Dikabarkan Diganti
Sebelumnya, sejak pekan lalu, kabar Jokowi akan melakukan perombakan kabinet memang berhembus amat kencang. Seorang sumber dari partai pemerintah mengakui kabar reshuffle ini.
Setidaknya, ada enam kursi menteri yang bakal diganti oleh Jokowi. Di mana kursi Menteri Kesehatan, tak lagi dijabat oleh Terawan Agus Putranto, melainkan diemban oleh Budi G. Sadikin. Budi saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN.
Selain itu, ada dua menteri anyar yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Menteri Sosial, sudah tentu tujuan utama presiden setelah dua menterinya ditangkap KPK karena kasus suap.
"Mensos Risma, KKP Wahyu Sakti Trenggono," kata seorang anggota DPR dari partai pemerintah ini membocorkan, Senin (22/12) malam.
©2020 Merdeka.com/djoko poerwanto
(mdk/bim)