Hapus Eselon I, Kementerian BUMN Bakal Punya Irjen
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir melakukan pemangkasan jumlah pejabat eselon I di Kementerian BUMN dari 7 posisi deputi menjadi 3 posisi. Namun dengan adanya irjen dan Sekretaris Menteri (Sesmen), jumlah pos di eselon I kemungkinan akan bertambah jadi 5 posisi.
Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga menyebut bahwa Kementerian BUMN ke depannya akan memiliki seorang Inspektur Jenderal (Irjen).
"Sesmen masih ada. Jadi eselon I-nya ada 4, bisa juga 5, nanti kita lihat. Ada jabatan yang selama ini belum pernah diisi selama menteri sebelumnya," ujar Arya di Gedung Kementerian BUMN, Selasa (19/12).
Ketika dikonfirmasi bahwa jabatan tersebut adalah irjen, Arya langsung mengiyakannya.
"Nah, itu dia (irjen)," imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir melakukan pemangkasan jumlah pejabat eselon I di Kementerian BUMN dari 7 posisi deputi menjadi 3 posisi. Namun dengan adanya irjen dan Sekretaris Menteri (Sesmen), jumlah pos di eselon I kemungkinan akan bertambah jadi 5 posisi.
Arya menambahkan, posisi irjen akan membantu kementerian untuk melakukan pengawasan internal.
Sementara, 6 dari 7 deputi eselon I telah menerima Surat Keputusan (SK) dari Menteri BUMN. Untuk jabatan deputi definitif kemungkinan akan diumumkan seminggu atau dua minggu ke depan.
"Dalam waktu seminggu dua minggu jabatan deputi sudah ada," tuturnya.
Alasan Erick Thohir Pangkas Eselon Kementerian BUMN
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, melakukan pemangkasan jumlah deputi di Kementerian BUMN. Dari semula 7 posisi menjadi 3 posisi saja.
Menteri Erick Thohir mengaku sudah menjelaskan kepada seluruh pejabat eselon I mengenai pemangkasan ini.
"Alhamdulillah, saya dan kedua wakil menteri sudah bertemu dengan semua pejabat eselon I secara langsung dan menjelaskan mengenai restrukturisasi ini. Ini adalah bagian dari Tour of Duty," tutur Erick Thohir dikutip dari keterangan resmi, Selasa (19/11).
Sementara, penilaian untuk pegawai-pegawai di bawah tingkat tersebut juga akan segera dilakukan. Menteri Erick menyatakan, hal ini dilakukan semata-mata agar jabatan di kementerian dapat diisi orang-orang yang tepat.
"Untuk mengelola aset Rp8.200 triliun, saya perlu teamwork yang kompak, diisi orang yang bukan hanya cerdas namun berakhlak baik. Saya akan berupaya agar mereka yang berada di lingkungan BUMN adalah orang-orang dengan integritas tinggi dan komitmen kuat," imbuh Menteri Erick Thohir.
Sebagai informasi, langkah pemangkasan jabatan BUMN ini mengacu pada pidato Presiden Jokowi untuk menciptakan birokrasi yang efektif dan efisien.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)