Haji Leman, Crazy Rich Kalsel Pendiri Klub Sepakbola PS Barito Putera
Kalimantan seperti tidak ada habisnya memiliki putra daerah yang menjadi konglomerat, sehingga dijuluki crazy rich. Selain Haji Isam, Haji Ijai, Haji Ciut, dan Haji Rasyid, putra terkaya di Kalimantan adalah Abdussamad Sulaiman HB atau akrab dengan panggilan Haji Leman.
Kalimantan seperti tidak ada habisnya memiliki putra daerah yang menjadi konglomerat, sehingga dijuluki crazy rich. Selain Haji Isam, Haji Ijai, Haji Ciut, dan Haji Rasyid, putra terkaya di Kalimantan adalah Abdussamad Sulaiman HB atau akrab dengan panggilan Haji Leman.
Haji Leman merupakan pria kelahiran Marabahan, Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Dia tumbuh di keluarga pengusaha yang mandiri dan relijius. Sejak kecil, dia sudah ditempa oleh sang ayah, agar menjadi sosok pekerja keras, memiliki jiwa filantrofi, namun tetap rendah hati.
Setelah lulus dari Sekolah Dasar. Haji Leman pernah dibekali uang Rp300 oleh ayahnya. Uang itu digunakan Haji Leman memulai usaha beternak ayam di kolong rumahnya. Usaha ternak itu dia geluti hingga jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dari hasil uang ternak ini pula, dia bisa membeli sepeda motor.
Namun, Haji Leman terpaksa putus sekolah ketika masih di SMP. Sebagai putra satu-satunya di keluarga, dia ingin mengurus usaha angkutan sungai ayahnya yang kesehatannya terus memburuk.
Keputusan itu membawa Haji Leman terjun langsung ke dunia usaha. Dia masih sangat muda, namun dia sudah berkecimpung di dunia usaha layanan asa pengangkutan sungai.
Secara perlahan, usaha yang dijalani Haji Leman terus berkembang. Rute angkutannya pun bertambah dari Banjarmasin-Semarang kemudian Banjarmasin-Surabaya.
Memanfaatkan jalur transportasi yang dimilikinya, Haji Leman mulai mengirim dan menjual kayu galam, sebuah pohon endemik rawa-rawa di Kalimantan Selatan yang dapat digunakan sebagai scaffolding ke Surabaya. Haji Leman tak segan untuk berhubungan dengan Hopman, seorang pengusaha pemegang hak operasional kapal, milik Gereja Kalimantan Tengah, Engelis.
Bermodalkan dua dari empat kapal Hopman yang masih layak dioperasionalkan, Leman melebarkan sayap usahanya untuk menarik kapal-kapal layar yang saat itu masih banyak digunakan, dari Pelabuhan Trisakti ke muara Sungai Barito.
Haji Leman kemudian menapaki kehidupan baru ketika menikahi Siti Nurhayati. Seorang gadis dari pemilik warung sederhana di mana Haji Leman sering menghabiskan waktu.
Pada tahun 1996, Haji Lemang membangun sebuah perusahaan Hasnur Group, yang menaungi segala macam bisnis Haji Leman. Penamaan Hasnur merupakan gabungan dari nama Haji Leman dan Siti Nurhayati.
Di bawah Yayasan Hasnur Center, Haji Leman membangun berbagai macam fasilitas pendidikan agar tercipta generasi muda Banua yang lebih baik dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Melalui yayasan ini pula, berbagai macam bantuan kemanusiaan, kegiatan keagamaan, serta berbagai macam bantuan sosial lainnya disalurkan sebagai bentuk perwujudan dari semangat Haji Leman dan Hajjah Nurhayati.
Haji Leman terus melebarkan sayap bisnisnya dari bidang transportasi ke bidang olahraga. Karena dia sangat menyukai olahraga sepak bola, maka dia mendirikan klub sepak bola PS Barito Putera.
Pada 14 Juni 2015, Haji Abdussamad Sulaiman HB alias Haji Leman, wafat, dan tak lama setelahnya pada 2 Januari 2016, Hajah Siti Nurhayati pun menyusul.
(mdk/azz)