LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Hadapi Tantangan Likuditas, BI Perkuat Strategi Operasi Moneter

Bank Indonesia selaku bank sentral mulai aktif melakukan beberapa upaya guna menjaga ketersediaan likuiditas perbankan.

2019-05-06 19:03:37
Bank Indonesia
Advertisement

Tantangan pengelolaan likuiditas semakin meningkat di tahun 2019, sejalan dengan berbagai faktor struktural yang mempengaruhinya ke depan.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI), Nanang Hendarsah menyebutkan, ada tiga faktor yang sangat berpengaruh terhadap kondisi likuiditas yaitu pertama adalah kondisi global yang semakin dinamis dan mempengaruhi arus lalu lintas modal. Kemudian perubahan pola belanja penerimaan dan belanja pemerintah.

"Dan peningkatan kebutuhan uang kartal yang dipengaruhi oleh faktor musiman," kata dia dia Gedung BI, Jakarta, Senin (6/5).

Advertisement

Dia melanjutkan, potensi miss and match likuiditas jangka pendek dapat terjadi mengingat struktur mikro pasar uang yang sangat segmented, di mana likuiditas tidak terdistribusi secara merata pada sistem perbankan.

Oleh karena itu, BI selaku bank sentral mulai aktif melakukan beberapa upaya guna menjaga ketersediaan likuiditas perbankan.

"Bank Indonesia mulai aktif melakukan ekspansi moneter sejak pertengahan 2018 dan mulai mengaktifkan OPT (Operasi Pasar Terbuka) ekspansi secara reguler sejak Januan 2019," ujarnya.

Advertisement

Penguatan strategi operasi moneter dilakukan tanpa mempengaruhi atau melakukan perubahan stance kebijakan moneter. Selain untuk meningkatkan ketersediaan likuiditas, strategi ini juga mendukung pendalaman pasar keuangan. Hal ini diwujudkan dalam bentuk perubahan paradigma dan paradigma lama (one way monetary operation kontraksi) menuju ke paradigma baru (two ways monetary operation kontraksi dan ekspansi).

"Implementasi penguatan strategi operasi moneter dimaksud dilakukan Bank Indonesia mulai 6 Mel 2019," ujarnya.

Adapun yang dimaksud Two Way Monetary Operation adalah me - redistribusi likuiditas, yaitu menyerap likuiditas dari bank yang memiliki ekses likuiditas (dengan instrument kontraksi) dan menginjeksi ke bank yang kekurangan likuiditas (dengan Instrumen ekspansi).

Baca juga:
BI soal Rupiah Terperosok ke Rp 14.309 per USD: Disebabkan Dinamika Global
Apindo Harap Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Acuan 50 bps
Dana Asing Masuk Indonesia Tembus Rp 131,1 Triliun Hingga 2 Mei 2019
Bos BI Sebut Inflasi April karena Faktor Musiman Bukan karena Fundamental
BI Terbitkan Buku Cara Indonesia Lawan Ketidakpastian Ekonomi Global 2018
BI Prediksi Kenaikan Utang Asing Belum Akan Berhenti

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.