LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Hadapi Resesi, Pemerintah Diminta Tambah Anggaran Bansos Hingga Turunkan Tarif PPN

Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan tingginya pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun ini terjadi karena perbandingan basis yang rendah (low base effect) dari tahun lalu. Sehingga, tantangan sebenarnya yang harus dihadapi yakni pada kuartal I-2023 mendatang.

2022-11-07 18:29:15
Pertumbuhan Ekonomi
Advertisement

Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan tingginya pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun ini terjadi karena perbandingan basis yang rendah (low base effect) dari tahun lalu. Sehingga, tantangan sebenarnya yang harus dihadapi yakni pada kuartal I-2023 mendatang.

"Tantangan dimulai kuartal I-2023," kata Bhima kepada merdeka.com, Jakarta, Senin (7/11).

Bhima menilai, tahun 2023 Pemerintah tidak boleh lengah sedikitpun. Mengingat tahun depan akan ada banyak indikator yang menjegal pertumbuhan ekonomi nasional.

Advertisement

Beberapa indikator tersebut antara lain kenaikan tingkat inflasi, suku bunga pinjaman, tekanan biaya produksi manufaktur dan pelemahan kurs rupiah. Hal ini akan membuat suasana pemulihan ekonomi akan terasa berbeda dari tahun ini.

"Kondisi akan jauh berbeda dan pemerintah tidak bisa lengah," pungkasnya.

Dia pun menyarankan agar pemerintah kembali menyiapkan anggaran yang besar untuk program-program perlindungan sosial. Bahkan, bantuan juga harus sampai kepada masyarakat kelas menengah yang rentan.

Advertisement

"Perlindungan sosial di perbesar nominal dan jumlah penerima mencakup rumah tangga menengah rentan," kata dia.

Di sisi lain, Bhima menilai pemerintah perlu mengkaji lagi pengenaan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang kini menjadi 11 persen. Dia menyarankan untuk diturunkan menjadi 8 persen agar konsumsi rumah tangga kelas menengah atas.

"Melakukan relaksasi berupa penurunan tarif PPN dari 11 persen menjadi 8 persen untuk menggerakan konsumsi kelas menengah atas," kata dia.

Penyaluran subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga diturunkan menjadi 2 persen sampai 3 persen. Subsidi ini juga harus fokus disalurkan ke sektor produktif. Selain itu, pemerintah perlu membelanjakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk produk UMKM. Agar roda ekonomi tetap bisa berjalan dan menyentuh semua lapisan masyarakat.

"Menjalankan amanat 40 persen serapan pengadaan barang pemerintah untuk UMKM," kata.

Upaya lain yang bisa dilakukan pemerintah dengan mendorong devisa hasil ekspor pertambangan dan perkebunan secepatnya dikonversi ke rupiah. Kemudian disimpan di perbankan dalam negeri.

Baca juga:
Ridwan Kamil Soal PHK Massal di Jabar: Ada Wilayah yang Tak Bisa Dikontrol Birokrasi
Tetap Waspada, Tantangan Ekonomi RI Dimulai Tahun Depan
Ekonomi RI Tetap Tumbuh 5 Persen, BPS: Prestasi di Tengah Ketidakpastian Global
Di Tengah Ancaman Resesi, Ekonomi RI Justru Naik Capai 5,72 Persen
Resesi Hantui Ekonomi, Ini yang Harus Dilakukan Masyarakat
Antisipasi Resesi, Pemerintah Jor-joran Salurkan Bansos Hingga Akhir Tahun

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.