Hadapi krisis keuangan Turki, pemerintah perkuat sektor riil
Untuk memperkuat sektor riil, Kemenperin akan mendorong investasi masuk di berbagai sektor di Tanah Air. Selain itu, Kemenperin juga berusaha meningkatkan ekspor berbagai produk manufaktur dan berupaya melakukan substitusi impor.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan akan memperkuat sektor riil untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan di dalam negeri akibat krisis yang tengah melanda Turki.
"Krisis di Turki itu membuat emerging economy itu mendapat sentimen negatif. Nah, tentu kita sebagai salah satu negara dengan emerging economy ya harus menjaga fundamental ekonomi. Dalam hal ini, Kemenperin mendorong sektor riil," kata Airlangga Hartarto di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (14/8)
Dia menjelaskan, untuk memperkuat sektor riil, Kemenperin akan mendorong investasi masuk di berbagai sektor di Tanah Air. Selain itu, Kemenperin juga berusaha meningkatkan ekspor berbagai produk manufaktur dan berupaya melakukan substitusi impor.
Kemenperin juga berupaya agar pasokan bahan baku untuk proses produksi dapat terjaga dengan baik, sehingga dapat menjaga iklim usaha agar senantiasa kondusif.
"Industri manufaktur ini fundamental, jadi ini yang harus didorong. Jadi, tentu struktur industrinya masing-masing diperkuat," ungkap Airlangga.
Sebelumnya, Mata uang Turki Lira mengalami kemerosotan paling besar dalam satu dasawarsa setelah presiden Donald Trump mengumumkan Amerika Serikat akan menaikkan tarif atas impor baja dan aluminium dari negara itu. Krisis ini pun dinilai akan memberi dampak terhadap berbagai negara, termasuk Indonesia.
Baca juga:
Ini dampak krisis keuangan Turki bagi RI versi bos BKPM
Mengupas dampak krisis keuangan Turki ke Indonesia
Pengamat sebut Indonesia bisa ambil untung dari krisis keuangan Turki
Ekonom minta kurs Rupiah tidak dibandingkan saat krisis 1998
Dana pensiun tak dibayarkan, para lansia blokir jalan di Venezuela