Gunung Gamalama 'batuk', Bandara Sultan Baabullah juga ditutup
NOTAM penutupan bandara ini akan terus diperbaharui menyesuaikan dengan kondisi terkini.
Dalam sehari, Kementerian Perhubungan memutuskan penutupan tiga bandara akibat bencana alam. Setelah Bandara Juanda, Surabaya dan Abdul Rachman Saleh, Malang yang ditutup sementara akibat erupsi Gunung Raung, kini giliran Bandara Sultan Baabullah, Ternate, Maluku Utara juga diberlakukan penutupan sementara hari ini.
Kapuskompublik Kementerian Perhubungan J. A. Barata menuturkan, bandara di Maluku Utara itu ditutup sementara hingga karena debu vulkanik erupsi Gunung Gamalama di Ternate, Maluku Utara.
Menurut Barata, sebaran abus berada pada titik kordinat N0048E12720 mencapai ketinggian 15.000 feet (ASHTAM Nomor 0108), awalnya 18.000 feet (ASHTAM Nomor 0107). Bahkan abu vulkanik Gunung Gamalama bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 15 knot.
"Penutupan Bandar Udara Gamalama tersebut berdasarkan NOTAM (Notice to Airmen) yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, yaitu NOTAM No. C0548/15," kata Barata dalam keterangan persnya, Kamis (16/7).
Penutupan Bandara Udara Sultan Baabullah juga dilakukan perpanjangan. Sebelumnya ditutup sejak pukul 13.14 WIT hingga pukul 16.14 WIT, diperpanjang menjadi sejak pukul 07.00 UTC atau pukul 16.00 WIT hingga pukul 13.00 UTC atau 22.00 WIT.
"Perpanjangan waktu penutupan Bandar Udara Sultan Baabullah Ternate tersebut berdasarkan NOTAM (Notice to Airmen) yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, yaitu NOTAM No. C0554/15," tegasnya.
NOTAM penutupan bandara ini akan terus diperbaharui menyesuaikan dengan kondisi nyata atas perkembangan penyebaran abu vulkanik terkait aktivitas Gunung Gamalama.
(mdk/noe)