LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Gubernur Jabar cari celah agar pelabuhan tetap di Cilamaya

Ahmad Heryawan kecewa dengan alasan pembatalan karena Pertamina keberatan adanya pelabuhan di Cilamaya.

2015-05-11 23:51:01
Pelabuhan Cilamaya
Advertisement

Awal April 2015 Wakil Presiden Jusuf Kalla memutuskan pembangunan Pelabuhan tidak di Cilamaya, Kabupaten Karawang, tapi digeser ke arah timur yang tak banyak anjungan dan oil rig. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan masih mencari celah agar pelabuhan bisa dibangun sesuai rencana awal, di Cilamaya.

Hal itu Aher, sapaan akrabnya, dalam pertemuan seluruh Gubernur se-Indonesia dengan Menteri PPN/Kepala Bapenas Andrinof Chaniago.

"Kalau kita batalkan, studinya saja perlu dua tahun. Kalau ini belum resmi keputusannya. Sampai saat ini kami belum terima keputusan ini. Pihak JICA masih protes. Kita masih kaji kembali kepantasannya untuk dibangun pelabuhan," ungkap Aher di kantor Bappenas, Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat, Senin (11/5).

Advertisement

Aher kecewa dengan keputusan itu. Apalagi alasannya karena PT Pertamina menolak adanya pembangunan pelabuhan di Cilamaya lantaran mengganggu aktivitas pengeboran minyak.

"Permasalahannya pemerintah membatalkan karena alsan Pertamina dan segala macam. Padahal studi (pembangunan Pelabuhan Cilamaya) dilakukan tahun 2008. Kalau sudah ada perencanaan, mengapa Pertamina baru bicara hari ini," tegasnya.

Aher menegaskan, polemik pembangunan Pelabuhan Cilamaya membuat permasalahan tingginya ongkos distribusi logistik sudah barang tentu tidak akan selesai.

Advertisement

Keluhan tersebut Aher lontarkan bukan tanpa sebab. Saat ini semakin banyak industri yang 'bermukim' di wilayah Jawa Barat. Seperti Karawang yang membutuhkan logistik penunjang untuk produksi industri mereka.

"Ini berdampak semakin lambatnya proses pengapalan di Tanjung Priok. Dari sana ke kawasan industri di Karawang," ucapnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.