Gubernur BI pengganti Agus Marto diharapkan bukan dari sektor perbankan
Adapun empat nama sudah dikantongi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro, Mantan Menteri Keuangan periode 2013-2014 Muhammad Chatib Basri, Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Gubernur BI Agus Martowardojo.
Masa jabatan Agus Martowardojo sebagai Gubernur Bank Indonesia akan berakhir pada Mei 2018 mendatang. Berbagai nama pun muncul dalam bursa pemilihan orang nomor satu di bank sentral ini.
Adapun empat nama sudah dikantongi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro, Mantan Menteri Keuangan periode 2013-2014 Muhammad Chatib Basri, Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Gubernur BI Agus Martowardojo.
Direktur Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati, mengatakan BI saat ini hanya bertanggung jawab pada makro prudential. Mikro prudential terutama sektor perbankan sudah ada di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Maka dari itu, syarat utama Gubernur BI anyar mempunyai kapasitas di sektor moneter.
"BI ini teknis sekali spesial sekali di sektor moneter," kata Enny di Jakarta, Kamis (22/2).
Dia menilai gubernur BI harus memiliki kemampuan soal moneter dan bukan berasal dari dunia perbankan. "Jadi kaya misalnya Pak Agus kan bergaulnya perbankan mestinya bukan seperti pak Agus lagi karena perbankan sudah diurus OJK. BI ini teknis sekali kemampuan moneternya harus benar-benar teruji," ujarnya.
Menurutnya, kalau orang yang belum pernah menangani moneter itu tidak akan punya bayangan mengenai pengendalian moneter ke depan. "Tapi kalau orang itu pernah berkecimpung di moneter, minimal orang sudah punya ekspektasi, sehingga ekspektasi tidak liar," tandasnya.
Baca juga:
Bos BI minta masyarakat tak campurkan kepentingan politik dengan makro ekonomi
Ditanya soal pencalonan Gubernur BI, ini jawaban Menteri Bambang dan Chatib Basri
Jaga stabilitas ekonomi, Bos BI waspadai kenaikan harga minyak dunia
DPR masih tunggu nama calon gubernur BI dari Presiden Jokowi
Tumbuh 10,1 persen, utang asing Indonesia akhir 2017 sentuh Rp 4.772 triliun
Neraca perdagangan Januari 2018 defisit, ini kata Bos BI
Bos BI prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia capai 5,5 persen di 2018