Gubernur BI bahas kondisi ekonomi global terkini dengan Bos The Fed
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, berdiskusi dengan Ketua Dewan Pengurus Bank Sentral AS (Chairman of the Federal Reserve), Jerome Powell, di sela-sela pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia, di Bali (12/10).
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, berdiskusi dengan Ketua Dewan Pengurus Bank Sentral AS (Chairman of the Federal Reserve), Jerome Powell, di sela-sela pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia, di Bali (12/10).
Pada kesempatan tersebut, keduanya membicarakan tentang perkembangan ekonomi global. Tidak hanya itu, normalisasi kebijakan moneter di negara maju, serta dampaknya pada negara-negara berkembang juga dibahas bersama.
Perry juga menjelaskan ketahanan perekonomian Indonesia menghadapi dampak rambatan ekonomi global didukung bauran kebijakan (policy mix) yang dilakukan oleh BI bersama Pemerintah.
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memaparkan kekuatan ekonomi Indonesia saat ini menghadapi gejolak ekonomi dunia.
"Indonesia di kawasan Asia menjadi salah satu negara yang kuat dalam menghadapi tekanan eksternal. Ini tidak terlepas dari bauran kebijakan yang terus kita lakukan," kata Perry di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10).
Perry juga menyebutkan, di tengah gejolak ekonomi dunia, pertumbuhan ekonomi Indoensia masih terus dijaga di atas 5 persen. Bahkan tahun ini ditargetkan pertumbuhan ekonomi berada di 5,2 persen.
Terjaganya pertumbuhan ekonomi ini dikarenakan beberapa faktor. Dari sisi inflasi, Perry memamerkan mampu terjaga di kisaran 3 persen, NPL atau kredit macet terjaga di 2,6 persen dan current account defisit terjaga di bawah 3 persen. "Jadi semua ini masih dalam rentang target kami," tegas Perry.
Tidak hanya itu, Perry juga mengungkapkan apa saja yang sudah dia lakukan untuk menjaga pasar keuangan RI masih menarik. Karena sebagai negara berkembang, peran investor menjadi salah satu kunci.
Salah satunya ialah bahwa bank sentral dalam negeri sudah menaikkan suku bunga hingga 150 basis poin. "Meski kita naikkan, tapi kita juga berikan stimulus supaya ekonomi domestik tetap terjaga, seperti dalam hal LTV," tambah dia.
Terakhir, Perry memastikan selalu hadir di pasar untuk mengintervensi gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Karena pergerakan nilai tukar rupiah ini sangat dipengaruhi kondisi global, seperti perkembangan ekonomi di AS.
Baca juga:
Bank Sentral AS dan BI bahas kebijakan moneter dan pertumbuhan ekonomi di IMF
Membongkar penyebab terkaparnya Rupiah ke level Rp 15.000 terendah sejak krisis 1998
Nilai tukar Rupiah tembus Rp 14.800 per USD, terendah sejak krisis 1998
Depan Jokowi, bos BI banggakan keberhasilan menjaga inflasi di seluruh wilayah NKRI
Ini tantangan menuju target inflasi 3 persen versi BI
Stabilisasi Rupiah, BI berencana terbitkan SBI bertenor 9 bulan dan 1 tahun
Bos BI perbarui prediksi surplus neraca perdagangan Juni tembus USD 1 miliar