GSP Diperpanjang, Peluang Ekspor Produk Indonesia ke Amerika Serikat Terbuka Lebar
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengatakan, melalui GSP Indonesia menikmati keuntungan USD 2,2 miliar pada 2018. Oleh karenanya, keberhasilan itu patut dirasakan semua kementerian lembaga.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengapresiasi keberhasilan penyelesaian mekanisme review Generalized System of Preferences (GSP). Sebab, keberhasilan itu, menjadi peluang produk-produk Indonesia untuk menembus pasar Amerika Serikat semakin besar.
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengatakan, melalui GSP Indonesia menikmati keuntungan USD 2,2 miliar pada 2018. Oleh karenanya, keberhasilan itu patut dirasakan semua kementerian lembaga.
"Jajaran kami di Kementerian perdagangan sangat bekerja keras untuk hasil ini. Tetapi tentu saja peran kementerian lain seperti Kemenko Perekonomian, Kemenko Marinvest, Kemenlu, Kementan, Kemenperin, Kominfo dan lain-lain tidak bisa dilewatkan," kata dia di Jakarta, Jumat (13/11).
Dia mengatakan, Presiden Joko Widodo sangat memberikan perhatian kepada isu GSP ini. Bahkan Kepala Negara itu sampai paham sampai detailnya. Besarnya perhatian Presiden Joko Widodo terhadap penyelesaian GSP, menurutnya karena presiden mengetahui benar apa manfaat GSP dan bagaimana seharusnya perundingan ini diselesaikan.
"Jadi Presiden sangat mengikuti kerja perundingan kita soal GSP. Bahkan saya kagum karena beliau paham detail-detailnya. Ketika saya menghadap beliau, beliau tanyakan isu-isu perundingan satu per satu dan biasanya beliau langsung tahu dan memberikan arahan bagaimana isu-isu diselesaikan," kata Jerry.
Meski begitu, dirinya mengakui proses penyelesaian GSP sempat berjalan alot. Itu terjadi karena ada beberapa isu krusial yang menjadi perhatian bersama yang menyangkut perlindungan data transaksi, dan aturan impor produk pertanian.
Jerry mengatakan, pihaknya terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk menyelesaikan isu-isu tersebut. Tujuannya agar tercapai kesamaan pemahaman di antara mereka.
"Pada prinsipnya kita semua menempatkan kepentingan nasional dan kepentingan rakyat sebagai inti dari perundingan mengenai GSP. Hanya ada sedikit kesamaan paradigma yang harus dibentuk. Artinya hanya pendekatannya saja yang berbeda, tetapi semangatnya sama. Syukur, kita bisa mencapai kesepakatan," kata Jerry.
(mdk/idr)