Giliran Menteri ESDM sindir Menko Rizal Ramli soal listrik 35.000 MW
Menteri ESDM: Daripada mengutuk kegelapan, lebih baik bangun 35.000 MW.
Pernyataan Menko bidang kemaritiman Rizal Ramli mengenai rencana mengevaluasi megaproyek 35.000 MW membuat suasana di dalam kabinet memanas. bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengkritik pernyataan itu yang disebutnya keluar tanpa dipelajari terlebih dulu. Seolah tak mau disalahkan, Menko Rizal justru balik 'menantang' Wapres JK berdebat di depan umum.
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said memiliki pandangan sendiri. Meski untuk merealisasikannya bukan hal mudah, proyek 35.000 MW harus tetap dijalankan.
"Memang benar membangun (proyek 35.000 MW) bukan hal mudah, tapi dikerjakan bersama akan jadi batu uji kreativitas bersama untuk cari solusi," katanya saat membuka acara The 4th Indonesia EBTKE Conex, JCC Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (19/8).
Menteri Sudirman Said mengingatkan, jika proyek ini tidak diwujudkan, dampaknya besar ke seluruh rakyat. Sebab, listrik merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Sudirman mengibaratkan pembangunan proyek ini seperti perjuangan yang dilakukan pahlawan dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia.
Dengan memodifikasi pepatah, Menteri ESDM seolah menyindir Menko Rizal Ramli yang sebelumnya menyangsikan implementasi mega proyek ini.
"Lebih 70 tahun lalu para pejuang merdeka atau mati. Kalau kita sekarang 35.000 MW atau mati lampu. Ada pepatah mengatakan, dari pada mengutuk kegelapan baik kita membangun 35.000 MW," tegasnya.
Mantan Dirut PT Pindad ini menuturkan, pembangunan proyek ini sudah berjalan 19 persen. Untuk itu ESDM mengajak semua pihak terus bahu membahu melanjutkan proyek kelistrikan ini. Sehingga jika terjadi kendala, maka secara bersama-sama untuk mencari solusi dalam mewujudkan target tersebut.
"Untuk mewujudkannya membutuhkan sikap optimis dan perilaku solutif maka solusi akan ditemukan. Perjuangan mencapai cita-cita kedaulatan energi Indonesia akan terwujud," tutupnya.
(mdk/noe)