GIIAS 2017, pengunjung bisa rasakan motoran di Papua seperti Jokowi
Anggota Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) provinsi Papua, Fadholi mengatakan, untuk merasakan sensasi tersebut, pengunjung akan diberi Virtual Reality untuk melihat langsung suasana pembangunan ruas jalan Trans Papua yang menjadi trek 'Motoran Trail' Jokowi.
Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 resmi dibuka. Melalui pameran ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) turut menawarkan pengunjung untuk merasakan sensasi 'Motoran' di Papua seperti Presiden RI Joko Widodo.
Anggota Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) provinsi Papua, Fadholi mengatakan, untuk merasakan sensasi tersebut, pengunjung akan diberi Virtual Reality untuk melihat langsung suasana pembangunan ruas jalan Trans Papua yang menjadi trek 'Motoran Trail' Jokowi.
"Pengunjung juga bisa berfoto di atas motor trail yang disediakan di booth," kata Fadholi di Indonesia Convention and Exhibition (ICE), Kawasan BSD City, Tangerang, Kamis (10/8).
Selain merasakan sensasi motoran, langkah ini juga untuk memperkenalkan seluk beluk provinsi Papua. Selain itu, Kementerian PU-Pera juga ingin memperlihatkan progres pembangunan ruas jalan Trans Papua yang menghubungkan 3 kabupaten di Papua.
"Ada yang bilang Papua itu menakutkan. Di sini kami buktikan bahwa Papua tidak seperti itu. Ada juga yang bilang bahwa pembangunan di Papua itu rekayasa. Padahal tidak," imbuhnya.
Bagi pengunjung yang berminat untuk mencoba 'Motoran' seperti Jokowi, bisa langsung datang ke booth Kementerian PU-Pera di Hall 1-2 Indonesia Convention and Exhibition (ICE), Kawasan BSD City. Lewat booth ini, masyarakat akan lebih mengenal provinsi yang terletak paling Timur di Indonesia.
Baca juga:
Cara pemerintah Jokowi cetak insinyur & tenaga kerja bersertifikasi
Pemerintah pastikan tak ada tol Kulon Progo-Borobudur, ini alasannya
Jalan perbatasan Kalimantan & NTT ditarget rampung 2019
Menteri Basuki sebut Bekasi jadi uji coba aspal sampah plastik
Ini alasan pemerintah bangun aspal campur sampah meski lebih mahal