LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Giant Tutup 26 Gerai dan PHK Karyawan, CT Ingatkan Pentingnya Perubahan Dalam Bisnis

Bos CT Corp, Chairul Tanjung, coba memberi tanggapan terkait redupnya geliat bisnis retail belakangan ini. Menurutnya, hal ini terjadi akibat persaingan bisnis yang luar biasa. Sebagai langkah antisipasi, dia menyarankan tiap perusahaan wajib mengubah model bisnis agar kegiatan usahanya tidak sampai gulung tikar.

2019-01-14 16:46:01
Bisnis Ritel dan Waralaba
Advertisement

Bos CT Corp, Chairul Tanjung, coba memberi tanggapan terkait redupnya geliat bisnis retail belakangan ini. Menurutnya, hal ini terjadi akibat persaingan bisnis yang luar biasa.

Sebagai langkah antisipasi, dia menyarankan tiap perusahaan wajib mengubah model bisnis yang diterapkan agar kegiatan usahanya tidak sampai gulung tikar.

"Fenomenanya ya terjadi sebuah persaingan yang luar biasa yang mengakibatkan ini semua. Saya katakan bahwa bisnis modelnya mesti diubah. Karena kalau tidak berubah ya pasti akan kalah. Dan kalau kalah ya mau tidak mau harus tutup," bebernya di Jakarta, Senin (14/1).

Advertisement

Pertanda melemahnya sektor bisnis retail dapat terlihat dari laporan PT Hero Supermarket Tbk yang menutup 26 gerai Giant sejak kuartal III 2018 lalu. Ini turut berimbas kepada sebanyak 523 karyawan yang harus menerima Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Sebelumnya, 7-Eleven (Seven Eleven/Sevel) juga terpaksa gulung tikar di Indonesia pada 2017 silam. Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang memulai bisnisnya di Tanah Air pada 2009 ini pada akhirnya kalah saing oleh jaringan minimarket sejenis seperti Alfamart dan Indomaret.

Chairul Tanjung kembali menekankan, secara prinsip, tiap perusahaan yang ada saat ini harus menyesuaikan model bisnis sesuai dengan permintaan zaman. "Karena zaman berubah, konsumen demand-nya berubah, tantangan berubah. Oleh karenanya yang harus dilakukan adalah penyesuaian bisnis model sesuai dengan tuntutan," tegasnya.

Advertisement

Namun begitu, dia menambahkan, beralih ke bisnis online bukan satu-satunya cara dalam mengimplementasikan arahan tersebut. Menurutnya, sudah banyak perubahan model bisnis yang terjadi pada hari ini.

"Online tidak satu-satunya perubahan bisnis model. Banyak perubahan bisnis model lain yang bisa dilakukan. Online hanya salah satu dari perubahan bisnis model," ujar dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Rahasia Sukses Starbucks, dari Kedai Kopi Kecil Kini Mendunia dan Bernilai Rp 1.124 T
Bisnis Kuliner Diprediksi Paling Moncer di 2019
Kebanjiran Konsumen, Centro Departemen Store Buka Gerai Kedua di Depok
Sektor Konsumsi Masih Lesu, Pertumbuhan Ekonomi 2019 Diragukan Bisa 5,2 Persen
Penghindaran Bea Masuk Ditindak, Omzet Pedagang Ritel Naik 3 Persen
Watson Raih Penghargaan The Best Omni Marketing Campaign of The Year
Bogor Resmi Jadi Kota Tanpa Kantong Plastik

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.