Geo Dipa gandeng SMI kembangkan PLTP Dieng 10 MW
"Kerja sama ini merupakan realisasi dari sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai salah satu strategi kami untuk pengembangan kapasitas Wilayah Kerja Panas Bumi Dieng, Jateng."
Perusahaan BUMN panas bumi, PT Geo Dipa Energi (Geo Dipa) menggandeng BUMN pembiayaan yaitu PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) guna pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Small Scale 10 MW.
Penandatanganan naskah kerja sama kedua BUMN tersebut dilakukan oleh Direktur Keuangan Geo Dipa, M Ikbal Nur dengan Direktur Pengembangan Proyek dan Advisory SMI, Edwin Syahruzad saat kegiatan Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) di Jakarta, Jumat (7/9).
"Kerja sama ini merupakan realisasi dari sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai salah satu strategi kami untuk pengembangan kapasitas Wilayah Kerja Panas Bumi Dieng, Jateng," kata Ikbal.
Ikbal yang juga Chairman pada IIGCE 2018 itu berharap mendapat dukungan penuh dari kementerian Energi & Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Keuangan sehingga para investor menjadi lebih percaya diri untuk mengembangkan energi terbarukan, khususnya panas bumi.
"Dengan dukungan sinergi antar kementerian tersebut, maka para pengembang akan lebih agresif untuk melakukan percepatan pengembangan proyek panas bumi secara masif," kata Iqbal.
Ikbal menjelaskan, saat ini potensi panas bumi Indonesia mencapai 28,5 Giga Watt (GW) yang terdiri dari total cadangan sebesar 17,5 GW dan sumber daya sebesar 11 GW. Sedangkan, kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) saat ini sebesar 1.948,5 MW.
Hingga akhir tahun 2018, diharapkan kapasitas PLTP akan meningkat menjadi 2 GW dengan dibangunnya beberapa pembangkit yang saat ini dalam tahap penyelesaian.
Untuk diketahui, IIGCE pada saat ini sudah memasuki usia ke 6 itu, kali ini mengusung tema 'Empowering Geothermal for Indonesia Energy Sustainability' yang dibuka oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan.
Dalam acara tersebut, Menteri Keuangan, Sri Mulyani juga berkesempatan untuk memberikan keynote speech bertemakan 'Toward Achieving Sustainable Energy Security and Economic Growth in Indonesia' di depan seluruh peserta convention yang merupakan investor, pengembang, dan regulator di bidang panas bumi.
Sedangkan BUMN Geo Dipa kali ini menjadi tuan rumah pada kegiatan IIGCE 2018, yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal EBTKE bersama dengan Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API), yang akan berlangsung hingga 8 September 2018.
Baca juga:
PT PPA bangun pabrik pupuk magnesium Rp 1 T di Gresik
Bank Mandiri salurkan Rp 11,83 T KUR hingga Agustus 2018
Kelola Blok Rokan, Pertamina bentuk anak usaha anyar
Ini alasan Menteri Rini copot Refly Harun dari komisaris utama PT Jasa Marga
Jasa Marga incar proyek jalan tol Bandara Kediri milik Gudang Garam
RUPSLB Jasa Marga: Refli Harun tak lagi jadi komisaris dan catatkan laba Rp 1,05 T