LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Genjot Produksi Minyak, Luhut Kumpulkan Produsen Migas Kelas Kakap

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan‎ mengumpulkan perusahaan produsen minyak dan gas bumi (migas) terbesar untuk membahas peningkatan produksi minyak nasional. Sebab, saat ini produksi migas siap jual (lifting migas) terus mengalami penurunan.

2019-12-02 19:53:18
Luhut Panjaitan
Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengumpulkan perusahaan produsen minyak dan gas bumi (migas) terbesar untuk membahas peningkatan produksi minyak nasional. Sebab, saat ini produksi migas siap jual (lifting migas) terus mengalami penurunan.

Adapun perusahaan produsen migas terbesar tersebut adalah Pertamina Grup, Exxon Mobil, ConocoPhillips, Inpex Corporation, Chevron Pacific Indonesia, Total E&P Indonesia dan BP. Selain itu, juga hadir Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif beserta jajaran dan Kepala Satuan Kerja Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto beserta jajaran.

"Tadi migas kita minta mereka mengidentifikasi bagaimana menaikkan lifting kita. Sekarang ini kan 800 (ribu barel per hari) turun ke 700 (ribu barel per hari) cenderung akan turun," kata Luhut, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (2/12).

Advertisement

Dia meminta, pihak yang dipanggil ke kantornya tersebut membuat perencanaan meningkatkan produksi minyak hingga 1 juta barel, salah satunya dengan menggunakan teknologi Enhance Oil Recovery (EOR). Dengan menggunakan EOR produksi migas, khususnya minyak dapat meningkat.

"Saya minta pada mereka untuk segera membuat planning, bagaimana menggunakan EOR untuk meningkatkan bisa 1 juta lagi produksi kita untuk berapa tahun ke depan," ujarnya.

Nantinya, dia akan memanggil kembali produsen migas kelas kakap tersebut, untuk menindaklanjuti perkembangan upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan produksi minyak. "Nanti tanggal 26 atau 25 Januari kita kan kumpul lagi dengan data apa program ya sudah jelas," jelasnya.

Advertisement

Teknologi EOR

Pemerintah merumuskan upaya untuk meningkatkan produksi minyak, salah satunya menggunakan teknologi Enhance Oil Recovery (EOR). Cara ini diyakini dapat menguras cadangan minyak sebanyak 1,6 miliar barel.

Luhut meminta Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan produsen migas membuat rencana penggunaan teknologi EOR, untuk menaikkan produksi minyak hingga 1 juta barel per hari, hal ini dilatarbelakangi dengan potensi cadangan minyak yang bisa dikuras dengan EOR sebesar 1,6 miliar barel.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengungkapkan, sumur minyak yang akan ditingkatkan produksinya adalah yang produksinya sudah menurun karena sudah tua, setiap sumur berpotensi akan menghasilkan minyak hingga 200 barel.

"EOR kalau dari cadangannya masih bisa diangkut 1,5 sapai 1,7 miliar barel minyak dari EOR. Secara bertahap mau dari 100 barel 200 barel itu dari sumuran," tuturnya.

Dia pun menyebutkan, beberapa blok migas yang sumur minyaknya berpotensi diterapkan teknologi EOR, di antaranya Blok Rokan, Lapangan Zulu Blok Offshore North West Java (ONWJ) dan sumur Blok Rimau. "Yang gede kan ada di Rokan sama Pertamina EP sama di Zulu PHE sama di Medco ya Rimau," tandasnya.

Target 1 Juta Barel per Hari di 2030

Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas menargetkan pada tahun 2030 produksi minyak Indonesia mencapai 1 juta barel per hari. Saat ini, produksi minyak Indonesia baru mencapai 750 ribu barel per hari.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto optimis target 1 juta barel per hari ini akan bisa dicapai pada 2030 mendatang, mengingat saat ini Indonesia memiliki 128 cekungan migas. Dari 128 cekungan tersebut baru ada 54 cekungan yang dieksplorasi. Sedangkan 74 cekungan migas lainnya hingga saat ini belum dieksplorasi.

Untuk mencapai target tersebut, ada sejumlah tantangan di antaranya dibutuhkan investor dengan kekuatan finansial yang besar.

"Tetapi memang tantangannya besar karena kita membutuhkan investor-investor yang mempunyai kekuatan finansial karena ini napasnya harus panjang," ujar Dwi di Yogyakarta, Selasa (26/11).

"Oleh karena itu saat ini yang kita lakukan adalah kita bikin ekspektasi kapan kita bisa membangun produksi yang kuat, kembali ke 1 juta barrel oil per day ini kapan. Sekarang kita harus siapkan," imbuh Dwi.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber:Liputan6.com

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.