Genjot Penyaluran KPR, BTN Berencana Hadirkan Aplikasi Jual Beli Rumah
Direktur Enterprise Risk Management, Big Data & Analytics Bank Tabungan Negara (BTN), Setiyo Wibowo mengatakan, BTN akan membuat modal ventura untuk mendorong pertumbuhan kredit organik. Bekerja sama dengan perusahaan fintech bidang perumahan dengan membuat aplikasi digital.
Direktur Enterprise Risk Management, Big Data & Analytics Bank Tabungan Negara (BTN), Setiyo Wibowo mengatakan, BTN akan membuat modal ventura untuk mendorong pertumbuhan kredit organik. Bekerja sama dengan perusahaan fintech bidang perumahan dengan membuat aplikasi digital.
"Tahun ini kita akan bikin venture capital untuk BTN organic growth yang lain khususnya fitech bidang perumahan. Salah satunya dengan digitalisasi untuk mortgages," kata Wibowo dalam konferensi pers Paparan Kinerja per 31 Desember 2020, Jakarta, Senin (15/2).
Sejak 2020, BTN tengah merancang platform digital yang bisa digunakan masyarakat untuk membeli rumah. Tak hanya menampilkan lokasi dan gambar rumah, aplikasi ini juga akan diintegrasikan dengan berbagai layanan yang memudahkan masyarakat membeli rumah.
Dia menuturkan, sejak tahun lalu, BTN telah menandatangani MoU dengan investor asing untuk proyek tersebut. "Ini platform jual beli rumah. Ini masih MoU sejak tahun lalu dengan pendalaman detail, dengan bisnis modal," kata dia.
Aplikasi Ditargetkan Hadir 2022
Hanya saja, kerja sama ini terhambat masalah data. Mulai dari data jual-beli rumah, lokasi, harga hingga sertifikasi rumah. "Tantangannya ini mengenai data. Data jual beli rumah, data lokasi rumah, harga rumah, sertifikasi rumah karena platfrom yang histori perumahan juga bisa ada perumahannya," kata dia menjelaskan.
Dia menambahkan, kesediaan data memang menjadi tantangan tersendiri. Sehingga butuh upaya lebih keras untuk bisa terealisasi pada 2022 mendatang. "Saya rasa kesedian data ini butuh effort," ungkapnya.
Meski begitu, proyek ini ditargetkan selesai akhir tahun. Sehingga pada 2022 mendatang platform jual-beli rumah BTN sudah bisa dipakai. "Mudah-mudahan akhir tahun selesai dan tahun 2022 ini bisa mulai operasional," katanya.
(mdk/bim)