Genjot jumlah nasabah, biaya transaksi antar bank BUMN akan Rp 0
Genjot jumlah nasabah, biaya transaksi antar bank BUMN akan Rp 0. Rencana sejauh ini, penurunan yang akan dilaksanakan baru di Rp 4.000 dari Rp 6.500 per transaksi. Menteri BUMN Rini Soemarno mendukung rencana penghapusan biaya transaksi ini.
Pemerintah berencana untuk menghapuskan biaya transaksi antar bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Rencana sejauh ini, penurunan yang akan dilaksanakan baru di Rp 4.000 dari Rp 6.500 per transaksi.
Menteri BUMN Rini Soemarno mendukung rencana penghapusan biaya transaksi ini. Harapannya semakin banyak masyarakat menjadi nasabah bank pelat merah.
"Saya mendukung. Nanti kan bisa untuk menarik nasabah juga," ujarnya saat ditemui di Bogor, Jumat (28/4) malam.
Menurut Menteri Rini, rencana ini semakin mungkin diwujudkan saat perbankan BUMN sudah bersinergi dalam bentuk holding. Sebab, implementasi holding akan membuat biaya operasional perbankan semakin efisien.
Deputi Bidang Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo mengungkapkan penurunan tarif transaksi antar bank tahap awal baru ke Rp 4.000.
"Kita mau turunkan lagi kalau bisa nol."
Sebagai informasi, bank pelat merah terdiri dari Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Negara Indonesia (BNI). Saat ini, sinergi antar keempatnya bisa terlihat dari implementasi ATM Link.
Baca juga:
Menteri Rini terkejut lihat Pertamini dan tiang listrik jadi pondasi
Rugi naik jadi USD 99,1 juta, Garuda Indonesia kaji ulang 20 rute
PT KAI siapkan gerai untuk UMKM di Stasiun Gambir, harga sewa murah
Menteri Rini genjot penggabungan anak usaha BUMN guna tekan kerugian
Senang blusukan, cara Menteri Rini tangkal kerugian BUMN
Mendaki Gunung Geulis, bos Mandiri kena semprot Menteri Rini
Garuda Indonesia merugi USD 99,1 juta di kuartal I 2017