Genjot elektrifikasi, PLN minta pemerintah ekspansi bangun jalan
Dirut PLN mengungkapkan bahkan di Jawa masih ada masyarakat belum bisa teraliri listrik.
PT Perusahaan Listrik Negara Tbk menyatakan kendala utama peningkatan rasio elektrifikasi Indonesia ialah tersedianya infrastruktur jalan.
Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan infrastruktur jalan masih belum tersedia di desa-desa yang belum terjangkau listrik. Rendahnya ketersediaan jalan ini tidak hanya terdapat di wilayah timur Indonesia, namun juga desa di area pulau Jawa.
"Yang paling sulit adalah daerah-daerah yang belum dijangkau jalan, di Jawa saja ada desa yang belum dijangkau, yang belum ada jalan," kata Nur saat rapat bersama komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Rabu (19/6).
Untuk melancarkan upaya elektrifikasi ke daerah-daerah yang belum teraliri listrik, Nur mendesak pemerintah daerah (Pemda) untuk segera membangun jalan, agar infrastruktur listrik dapat segera dibangun.
"Kita kerja sama bukan dengan PU, tapi kita minta Pemda bangun jalannya, itu urusan Pemda lah membangun jalannya dengan cara apa. Tapi kalau jalannya sudah dibangun ya tinggal listriknya kita tanam dipinggirnya," jelas Nur.
Menghadapi kondisi seperti ini, Nur tetap optimis target rasio elektrifikasi tahun ini bisa tercapai. Target rasio elektrifikasi seluruh Tanah Air di 2013 ini mencapai 79 persen atau naik dari rasio elektrifikasi tahun lalu yang sebesar 76 persen.
"Ya, saya kira bisa dicapai. Kan sebelumnya sudah dipetakan mana desa-desa yang sudah ada jalan, tahun sebelumnya kan sudah direncanakan, cek gitu," tutup Nur.
Nur Pamudji belum dapat menyebutkan capaian target tersebut dalam jangka waktu kuartal maupun semester. PLN baru dapat mempublikasikan capaian target tersebut di akhir tahun.
"Kita gak bisa seperti itu, karena membangun jaringan listrik itu perlu waktu, itu akhir tahun baru nyala, baru saat itulah kita bisa nyatakan elektrifikasi rasionya tercapai," papar Nur.
Sebagai informasi, rasio elektrifikasi merupakan rasio jangkauan listrik di seluruh wilayah Nusantara.
(mdk/bmo)