Genjot ekspor impor, pemerintah buka rute KA Tanjung Priok-Bandung
Genjot ekspor impor, pemerintah buka rute KA Tanjung Priok-Bandung. Menurut Menteri Enggartiasto, penggunaan moda distribusi kereta bisa menjadi alternatif baru agar kegiatan ekspor impor lebih efisien, tepat waktu, dan aman. Rute kereta ini juga bisa menjadi alternatif saat Jembatan Cisomang masih dalam perbaikan.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, hari ini melakukan Sosialisasi Kereta Api Angkutan Peti Kemas Jalur Tanjung Priok-Gedebage (Bandung) kepada para pengusaha.
Menurut Menteri Enggartiasto, penggunaan moda distribusi kereta bisa menjadi alternatif baru agar kegiatan ekspor impor lebih efisien, tepat waktu, dan aman.
"Tarif kereta api lebih murah, lebih tepat waktu, keamanan barang lebih terjaga, serta relatif aman," ujarnya di Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (13/1).
Rute kereta ini juga bisa menjadi alternatif saat Jembatan Cisomang masih dalam perbaikan sehingga mengganggu arus lalu lintas. "Kalau dibiarkan kendala pengusaha ekspor itu keterlambatan. Tiap keterlambatan adalah biaya akan meningkat," jelasnya.
Namun dirinya tidak menutup mata masih banyak kendala yang dihadapi. Maka dari itu, dirinya telah berkomunikasi dengan Kementerian/Lembaga terkait untuk mencari solusi. "Yang respon adalah Kemenhub, Pelindo, KAI, Bea Cukai juga langsung beri support dunia usaha yakin kebijakan pemerintah buat usaha baik," ujarnya.
Baca juga:
2017, pemerintah bayar cicilan biaya LRT Jakarta Rp 1 triliun
Tak sesuai kemauan Jokowi, LRT DKI diprediksi siap operasi di 2019
China luncurkan kereta pertama ke London, waktu tempuh 18 hari
Libur Tahun Baru, jumlah pengunjung Stasiun Bogor dan Kota meningkat
Jembatan Cisomang diperbaiki, distribusi barang gunakan kereta api
Dampak Cisomang, PT KAI tambah enam perjalanan Jakarta - Bandung
Wacana pembangunan jalur kereta api Yogya-Magelang butuh dana besar