Gencarnya aksi beli dolar AS bikin Rupiah kembali terpuruk
Peluang penguatan USD semakin besar setelah nilai mata uang Yen juga ikut melemah.
Laju Rupiah yang masih tertekan diperkirakan masih dapat diimbangi dengan aksi beli pelaku pasar pada saham-saham komoditas yang dipersepsikan menikmati keuntungan dari penguatan USD.
Setelah sehari sebelumnya laju Rupiah dapat menguat tipis, kali ini jelang rilis pertemuan FOMC aksi beli USD kian gencar sehingga melemahkan nilai tukar Rupiah.
"Laju Rupiah di bawah target support Rp12.123-Rp12.178-12.110 (kurs tengah BI)," ujar Analis Trust Securities, Reza Priyambada dalam riset hariannya, Jakarta, Kamis (19/12).
Topik pilihan: rupiah | Ekonomi Indonesia
Nilai tukar Yen kembali melemah setelah dirilisnya penurunan ekspor-impor Jepang yang berujung pada membengkaknya defisit perdagangannya. Kondisi ini seolah memberikan peluang penguatan cukup besar pada USD.
Sebelumnya nilai tukar rupiah di pasar uang spot antarbank Jakarta Rabu sore (18/12) kembali melemah ke posisi 12.176 per dolar AS menyusul penantian pasar terhadap hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Amerika Serikat.
Nilai tukar rupiah Rabu sore bergerak melemah sebesar 58 poin menjadi 12.176 per dolar AS, lebih buruk dibanding posisi hari sebelumnya 12.118 per dolar AS.
Baca juga:
Jangan dihantui kebijakan moneter Amerika
Terus anjlok, BI perlu bangkitkan kembali gerakan Cinta Rupiah
Sido Muncul naikkan harga produk akibat pelemahan Rupiah
Hatta desak eksportir parkir uang di dalam negeri
Rupiah terpuruk, Garuda tak berikan tiket promo akhir tahun