Gen Z Mulai Gandrungi Wisata Kapal Pesiar, Penjualan Cruise di Indonesia Naik 78 Persen
Data global Cruise Lines International Association (CLIA), jumlah penumpang kapal pesiar tumbuh lebih dari 20 persen sejak 2023.
Perjalanan wisata dengan kapal pesiar kini tak lagi identik dengan liburan mewah untuk orang tua. Generasi Z atau Gen Z mulai menjadikan kapal pesiar sebagai pilihan baru untuk berlibur.
Fenomena ini menandai perubahan besar dalam industri perjalanan, termasuk di Indonesia.
Chief Operations Officer Dwidayatour, Hendri Yapto, menyebut bahwa mitos tentang wisata kapal pesiar yang dulu dianggap membosankan dan hanya cocok untuk kalangan tertentu sudah berubah.
“Mitos wisata kapal pesiar kini sudah banyak berubah sebenarnya, dan itu kami lihat sebagai oportunity untuk mengedukasi market sebenarnya bahwa persepsi cruise yang dulu dengan zaman sekarang itu beda,” ujar Hendri dalam konferensi pers, Jumat (3/10).
Ia menambahkan, banyak masyarakat masih mengira liburan di kapal pesiar akan monoton.
Padahal, menurut data global Cruise Lines International Association (CLIA), jumlah penumpang kapal pesiar tumbuh lebih dari 20 persen sejak 2023, dengan pendorong utama segmen anak muda dan keluarga.
Dwidayatour sendiri mencatat lonjakan pemesanan wisata kapal pesiar di Indonesia hingga 78 persen dalam setahun terakhir.
Perbankan Bidik Pasar Cruise
Melihat tren tersebut, HSBC Indonesia turut meramaikan penawaran wisata kapal pesiar.
Head of Customer Propositions and Partnerships HSBC Indonesia, Fransisca Arnan, menilai segmen ini punya potensi besar.
“Selama value-nya itu jelas dan nasabah merasa itu sesuatu yang berarti untuk dia dan berkaitan dengan keluarga biasanya, saya cukup optimistis,” ungkap Fransisca.
Ia menambahkan, secara umum, nasabah HSBC sudah memiliki edukasi yang baik dalam mempersiapkan liburan secara matang dan ekonomis.
Tren ini juga diperkuat dengan hadirnya berbagai penawaran menarik. Misalnya, pelayaran internasional Ovation of The Seas (Singapura–Penang) mulai Rp4,7 juta, Spectrum of The Seas (Hong Kong) mulai Rp2,8 juta, hingga Star Dream Cruise (Singapura–Melaka) mulai Rp2,4 juta.
Bahkan, ada promo istimewa senilai Rp1 untuk mencoba pelayaran kapal terbaru Royal Caribbean, Legend of The Seas, yang berlayar melintasi Mediterania: Italia, Yunani, Prancis, hingga Spanyol.
Selain cruise, Dwidayatour juga menggandeng ANA (All Nippon Airways) untuk memenuhi tingginya minat perjalanan ke Jepang. Sepanjang 2024, pemesanan tiket ke Jepang naik lebih dari 15 persen, menjadikannya destinasi internasional favorit wisatawan Indonesia.
Bisnis Tour Pulih Pasca-Pandemi
Meski era digital berkembang, layanan perjalanan offline masih mendominasi. Dwidayatour mencatat 95 persen transaksi masih dilakukan secara langsung di cabang. Karena itu, ekspansi terus dilakukan.
Tahun ini, Dwidayatour membuka cabang baru di Lampung, Bekasi, dan Kampus Binus Anggrek Jakarta. Hingga akhir tahun, perusahaan menargetkan ekspansi ke Palangkaraya dan Semarang.
Menurut Hendri, animo wisatawan kian terasa sejak 2023 seiring pulihnya industri perjalanan dari dampak pandemi Covid-19.
“Animo wisatawan sudah kembali dari lesunya pandemi. Lonjakan sangat terasa sejak tahun 2023,” jelas Hendri.