Gempa Larantuka Sebabkan Air Laut Naik 2 Meter, PLN Setop Operasi PLTU Ropa di Ende
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menyetop operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ropa di Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur (NTT). Menyusul, kenaikan air laut akibat gempa bermagnitudo 7.4 pada Selasa siang (14/12).
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menyetop operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ropa di Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur (NTT). Menyusul, kenaikan air laut akibat gempa bermagnitudo 7.4 pada Selasa siang (14/12).
"PLTU Ropa di Ende kami setop operasi karena saat terjadi gempa, air laut naik sekitar 2 meter," ungkap General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, Agustinus Jatmiko, kepada Merdeka.com, Selasa (14/12).
Agustinus menjelaskan, penghentian operasional PLTU Ropa itu demi memastikan keamanan peralatan pembangkit akibat kenaikan air laut setinggi 2 meter. "Untuk keamanan peralatan pembangkit, PLTU Ropa kami setop," terangnya.
Meski begitu, dia memastikan pembangkit lain di wilayah Flores tetap beroperasi normal. "Pembangkit lain di Flores (Maumere, Ulumbu, Labuan Bajo) tetap beroperasi normal," bebernya.
Agustinus menambahkan, hingga saat ini tidak ada pemadaman di wilayah NTT imbas gempa. Mengingat, sistem kelistrikan di Pulau Flores masih aman "Sistem kelistrikan pulau Flores aman. Tidak ada pemadaman," tutupnya.
Gempa Terasa Hingga Makassar
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa berkekuatan magnitudo 7,5 terjadi di Barat Laut Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa bahkan terasa hingga ke Makassar.
Gempa bahkan membuat BMKG mengeluarkan peringatan dini terjadinya tsunami untuk sejumlah provinsi diantaranya Maluku, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Sulawesi Tenggara (Sultra). Titik gempa berada 7.59 LS, 122.26 BT atau 112 km Barat Laut Larantuka, NTT dengan kedalaman 12 Km.
Seorang warga Makassar, Nurdin Amir mengaku gempa sempat dirinya rasakan sekitar 5 detik. Saat terjadi gempa, dirinya sedang duduk di ruang tengah Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar.
"Gempa terasa sekali, seperti pusing. Langsung keluar (sekretariat) saat tahu gempa," ujar Nurdin, Selasa (14/12).
Nurdin mengaku baru mengetahui gempa berada di NTT melalui informasi yang dibagikan BMKG di grup WhatsApp (WAG). Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan ataupun korban akibat gempa.
(mdk/bim)