Gelar Operasi Pasar Ramadan, Jawa Barat Siapkan Rp 20 Miliar
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan Rp 20 miliar untuk subsidi operasi pasar murah jelang dan saat Ramadan. Operasi pasar dibutuhkan karena kebutuhan terhadap sejumlah komoditas pangan diyakini akan meningkat tajam. Kebutuhan komoditas yang paling meningkat adalah telur dan cabai rawit.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan Rp 20 miliar untuk subsidi operasi pasar murah jelang dan saat Ramadan. Operasi pasar dibutuhkan karena kebutuhan terhadap sejumlah komoditas pangan diyakini akan meningkat tajam.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (KKP) Jabar, Koesmayadi, menyatakan kebutuhan komoditas yang paling meningkat adalah telur dan cabai rawit. Ini dipengaruhi oleh faktor produksi makanan olahan dari pelaku industri kuliner, baik skala rumahan maupun pabrik.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri. Berdasarkan dari catatannya, ketersediaan telur di Jawa Barat sebanyak 20.100 ton. Sementara itu, jumlah ideal yang dibutuhkan sebanyak 53.626 ton selama bulan puasa hingga Lebaran.
"Telur ini ada defisit (kekurangan) 33.526 ton. Kebutuhan telur di Kota Bandung saja mencapai 120 ton per harinya," kata Koesmayadi di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (25/4).
"Sekarang (industri) lagi memacu produksi. Biasanya harga menjelang Lebaran turun lagi karena hanya konsumen rumahan," ungkap dia.
Hal lain yang harus diatasi adalah defisit cabai rawit yang kebutuhannya meningkat setiap Ramadan. Untuk komoditas ini, Pemprov Jabar berkoordinasi untuk menerima pasokan dari wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Disinggung mengenai daging ayam, sapi dan beras, Koesmayadi menyatakan ketersediaannya sudah aman bahkan cenderung lebih. Untuk beras, faktor pendukungnya tidak terlepas dari musim panen raya di berbagai wilayah yang menjadi lumbung padi
Kebutuhan daging sapi ini terpantau ada sekitar 80.500 ekor sapi yang dimiliki 15 feed loter (pemasok) untuk memenuhi kebutuhan selama bulan puasa. Sementara untuk ayam, sentra pemasok berjalan baik.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun menyiapkan kebijakan operasi pasar untuk 215.000 keluarga tidak mampu (KTM) di 27 kabupaten kota. Subsidi yang disiapkan untuk merealisasikan hal itu sebesar Rp 20 miliar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar, Muhammad Arifin, menjelaskan pelaksanaan operasi pasar akan bekerja sama dengan Subdivre Bulog. Penyelenggaraannya dilakukan serentak di akhir minggu kedua dan awal minggu ketiga bulan Ramadan.
Ada enam komoditas yang disiapkan untuk operasi pasar. Yakni, beras, gula, minyak, telur ayam, daging ayam dan sapi. "Target kita terserap semuanya Rp 20 miliar," ucapnya.
Menurutnya operasi pasar murah ini juga bertujuan meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat. Mengingat, harga-harga bahan pokok di pasaran kerap meningkat ketika Ramadan. "Hal ini juga untuk membantu stabilitas harga di pasaran," ujar Arifin.
Baca juga:
BCA Sambut Putusan BI Tahan Suku Bunga Acuan Jelang Ramadan
Truk Logistik Boleh Beroperasi Saat Mudik 2019 Agar Harga Pangan Tak Mahal
Jelang Ramadan, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Hingga BBM Aman
Sambut Lebaran, KAI Siapkan 1.480 PJL Ekstra
Pengusaha Tak Keberatan Soal Pembatasan Truk Selama Lebaran
Penumpang Kereta Api saat Lebaran 2019 Tetap Meningkat Meski Ada Tol Trans Jawa
Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran 2019 Masih Tersisa 56 Persen