Gedung tertinggi dunia hampir 1 Km lulus tes kecepatan angin
Menara yang ditarget selesai pada 2020 ini akan menjadi gedung tertinggi di dunia, melampaui Burj Khalifa setinggi 828 meter, juga terletak di Dubai.
Perdana Menteri dan Wakil Presiden Uni Emirat Arab (UAE), Sheikh Mohammed Bin Rashid Al-Maktoum melakukan penggalian pondasi pertama atau groundbreaking pembangunan proyek satu USD 1 miliar yaitu Menara Dubai Creek Harbour. Menara yang ditarget selesai pada 2020 ini akan menjadi gedung tertinggi di dunia, melampaui Burj Khalifa setinggi 828 meter, juga terletak di Dubai.
Tinggi gedung ini diperkirakan hampir 1 kilometer (Km) atau 100 meter lebih tinggi Burj Khalifa. Meski demikian, rencana pembangunan gedung ini sudah melewati uji tes kecepatan angin.
Dilansir dari Thenational, angin merupakan salah satu tantangan terberat dalam membangun gedung pencakar langit. Namun, pengembang Emaar Properties telah mengonfirmasi bahwa mereka telah menyelesaikan tes terowongan angin Dubai Creek Harbour.
Emaar mengakui, tes kecepatan angin sangat penting dalam menentukan desain gedung. Arsitek Spanyol-Swiss Santiago Calatrava Valls menambahkan bahwa mereka telah menghitung komponen penting dan melakukan rekayasa inovatif agar gedung tertinggi bisa berdiri dengan megahnya.
Tes kecepatan angin melibatkan 12 analis yang menggunakan metode berbeda-beda. Selain angin, mereka juga melakukan tes perubahan iklim, termasuk meneliti data cuaca di daerah tersebut. Studi seismik juga dilakukan pada tanah dibangunnya gedung pencakar langit ini.
"Ini untuk menjamin keamanan maksimum dan stabilitas bangunan. Desain bangunan juga mencakup beberapa sistem peredam pada titik berbeda di setiap ketinggian," kata Emaar.
Baca juga:
Gedung tertinggi dunia dilengkapi taman gantung, hotel & mercusuar
Ini penampakan calon gedung tertinggi dunia senilai USD 1 M di Dubai
Gedung tertinggi di dunia senilai USD 1 M mulai dibangun di Dubai
Gedung pencakar langit Jakarta diwajibkan bersertifikat tahan gempa
Mengungkap Rahasia Besar Gedung Tertinggi di Dunia