Garuda Indonesia Resmi Layani Rute Jakarta-Samarinda, Jadi Penerbangan Bersejarah
Maskapai Garuda Indonesia mulai hari ini resmi melayani rute baru Jakarta (CGK) tujuan Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, di Samarinda (SRI), Kalimantan Timur. Penerbangan itu, bertujuan menggerakkan ekonomi Kalimantan Timur, khususnya Samarinda sebagai ibu kota provinsi.
Maskapai Garuda Indonesia mulai hari ini resmi melayani rute baru Jakarta (CGK) tujuan Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, di Samarinda (SRI), Kalimantan Timur. Penerbangan itu, bertujuan menggerakkan ekonomi Kalimantan Timur, khususnya Samarinda sebagai ibu kota provinsi.
GM Garuda Indonesia Cabang Balikpapan, Boydike Kussudiarso, menerangkan Garuda Indonesia berkomitmen ikut membantu Pemda, mengoptimalkan potensi budaya, ekonomi dan pariwisata di Samarinda, dan Kalimantan Timur secara umum.
Pembukaan rute penerbangan inipun apresiasi banyak pihak. Penerbangan komersil dengan pesawat Boeing itu, dinilai bersejarah di Samarinda.
"73 tahun Indonesia merdeka, baru ini ibukota provinsi baru punya bandara (didarati pesawat Boeing). Semua ibukota provinsi sudah punya, kecuali Samarinda," kata Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, saat peresmian rute baru Garuda Indonesia, di Bandara APT Pranoto Samarinda, Selasa (20/11).
Pembangunan bandara representatif menggantikan Bandara Temindung hanya hanya punya runway 1.040 meter itu, memakan waktu cukup panjang. Pencarian lahan sendiri, sejak tahun 1980-an, dan pembebasan lahan mulai 1995 hingga proses pembangunan sejak 2011.
"Banyak halangan dan tantangan. Ini kerja keras gubernur sebelumnya, juga Wali Kota Samarinda. Biasa kan bandara dibangun dari dana APBN. Nah ini, dibangun dari APBD. Ini luar biasa," ujar Isran.
Bandara APT Pranoto, menurut Isran, menghubungkan wilayah lain di Indonesia melalui transportasi udara. "Penyelesaian terminal dan runway, adalah peran Gubernur sebelumnya Pak Awang Faroek Ishak.
Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Timur Dodi Dharma Cahyadi berharap, Garuda Indonesia kembali menambah frekuensi penerbangannya. "Kita harap, ada 2-3 kali penerbangan ke Jakarta," sebut Dodi.
Penumpang pesawat asal Jakarta yang turun di Bandara APT Pranoto, Harbiansyah Hanafiah, mengaku senang. Dia kini tidak lagi pergi jalan darat ke Balikpapan, untuk bepergian ke luar Kalimantan.
"Pertama, seumur-umur hidup saya terbang, di Jakarta, baru kali ini penumpang dipanggil rute Jakarta tujuan Samarinda. Ini luar biasa," kata Harbiansyah.
Baca juga:
Garuda Indonesia Sebut Kerjasama Operasional Tingkatkan Potensi Sriwijaya Air
Mulai 2019, Garuda Indonesia & Citilink Sediakan Wi-Fi Gratis Untuk Penumpang
Garuda Indonesia Resmi Layani Rute Jakarta-Nias, Terbang 3 Kali Seminggu
KNKT Sebut Kecelakaan Lion Air PK-LQP Terburuk Nomor Dua di Indonesia
Industri Nuklir gandeng Garuda Indonesia kirim produk kesehatan ke berbagai daerah
Kemenhub pastikan 11 pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda dan Lion Air laik terbang
Berapa kisaran gaji seorang pramugari pesawat terbang?