LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Garuda Indonesia alami kerugian Rp 3,77 triliun di Semester I-2017

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kerugian bersih sebesar USD 38 juta atau setara Rp 505,8 miliar pada semester I-2017. Angka ini turun 62 persen dari kuartal I-2017 sebesar USD 99,1 juta atau Rp 1,31 triliun.

2017-08-08 19:52:43
Garuda Indonesia
Advertisement

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kerugian bersih sebesar USD 283,8 juta atau setara Rp 3,77 triliun. Adapun rugi tersebut naik 349 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang senilai USD 63,2 juta.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury menjelaskan, kenaikan rugi bersih tersebut karena salah satunya di April 2017 ada pencatatan transaksi tax amnesty sebesar USD 137 juta. Selain itu, perseroan juga membayar denda kasus hukum di Australia sebesar USD 8 juta.

"Kami optimis kinerja operasional dan keuangan Garuda Indonesia akan terus tumbuh positif hingga akhir tahun 2017 ini," ujar Pahala di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (8/8).

Dia mengklaim, operasional maskapai pelat merah ini menunjukkan adanya kinerja keuangan yang membaik. Untuk itu, perusahaan akan melakukan adanya perbaikan inisiatif baik itu optimalisasi, biaya, memperbaiki rute yang digunakan perseroan.

"Kedepannya semoga kita menjadi grup aviasi yang terintegrasi," jelasnya.

Pahala juga mengatakan Garuda Indonesia berhasil membukukan pertumbuhan positif sejalan dengan program 5 Quick Wins. Mulai dari aspek operasional, layanan, teknologi informasi, hingga manajemen pendapatan yang signifikan sepanjang periode semester I-2017.

Melalui langkah inisiatif yang mencakup aspek optimalisasi armada, perbaikan tingkat layanan, optimalisasi rute, peningkatan layanan digital, dan peningkatan sistem manajemen pendapatan tersebut, Garuda Indonesia mencatatkan operating revenue semester I-2017 sebesar USD 1,9 miliar dengan pertumbuhan sebesar 7 persen dibandingkan periode yang sama di 2016.

Pahala mengungkapkan, di tengah tren penurunan kinerja operasional industri penerbangan global, Garuda Indonesia berhasil membukukan pertumbuhan positif kinerja operasional. "Khususnya pada kinerja kuartal II-2017 yang menunjukan peningkatan operating revenue sebesar 7,7 persen dibandingkan kuartal I-2017," pungkasnya.

Advertisement

Baca juga:
Resmi, AirAsia tunjuk Raline Shah sebagai komisaris independen
Besok, China Airlines pindah operasional ke Terminal 3
Mulai 8-13 Agustus, AirAsia sebar tiket mulai Rp 155.510 ke ASEAN
Istana: Penerbangan Garuda batal tak terkait pesawat presiden
Pesawat bersenggolan, Lion Air bakal kena sanksi Menhub Budi
Layani jemaah haji, Saudi Airlines rekrut gadis RI jadi pramugari

Advertisement
(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.