Garuda batal terbang ke Surabaya, pemudik marah-marah
Penumpang tidak terima dengan penutupan bandara.
PT Garuda Indonesia membatalkan 48 penerbangan dari dan ke Surabaya. Ini menyusul penutupan Bandara Juanda (Surabaya) dan Abdul Rachman Saleh (Malang) lantaran Gunung Raung kembali erupsi.
Kondisi ini membuat sebagian penumpang marah-marah. VP Corporate Communications Garuda Indonesia, M. Ikhsan Rosan, mengakui masih ada penumpang yang mayoritas pemudik tidak terima dengan penutupan bandara.
"Sebenarnya ini memang musim padat dan penumpang lagi penuh-penuhnya. Tapi karena bandara ditutup mau bagaimana lagi. Ada (yang marah), tapi kita kasih pemahaman karena ini berbahaya," ucap Ikhsan ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Kamis (16/7).
Ikhsan mengatakan pihaknya telah menghubungi penumpang yang akan terbang ke Surabaya dan Malang hari ini. Dia meminta agar penumpang tidak usah ke bandara karena memang tidak ada penerbangan.
Ikhsan mempersilakan penumpang untuk melakukan refund atau re-schedule tiket penerbangan. Refund bisa dilakukan kapanpun dan Garuda Indonesia siap mengembalikan uang penumpang yang gagal terbang.
"Sampai kapanpun boleh refund, hari ini juga boleh," tutupnya.
Sebelumnya, informasi dari PT Angkasa Pura I, penutupan dilakukan dari pukul 13.30 WIB hingga 20.30 WIB, atau hingga kondisi memungkinkan untuk melakukan penerbangan.
"Sesuai dengan Notam A1446 Bandara Internasional Juanda Surabaya ditutup sementara waktu dari pukul 13.30 WIB-20.30 WIB karena aktivitas Gunung Raung," demikian informasi PT AP I lewat akun twitter resmi mereka, Kamis (16/7).
Sementara itu Kemenhub memberikan informasi Bandara Abdul Rachman Saleh di Malang, Jawa Timur juga ditutup akibat abu Gunung Raung.
"Bandara Abdul Rachman Saleh Malang ditutup hingga pukul 20.30 WIB sebagai dampak dari erupsi," tulis Kemenhub RI.
(mdk/idr)