Garap Blok Sanga-Sanga, Pertamina bakal rekrut bekas pekerja Vico Indonesia
SVP Upstream Strategic Planning, Portofolio and Evaluation Pertamina Hulu, Meidawati mengatakan, pegawai Vico Indonesia bakal diserap untuk berganti kostum ke PHSS.
PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) resmi memegang alih kelola Blok atau Wilayah Kerja (WK) Sanga-Sanga di Kalimantan Timur yang sejak 1968 telah dipegang oleh Vico Indonesia.
Lalu, bagaimana nasib pekerja yang telah lama mengabdi untuk perusahaan dahulu yang bernama awal Huffington Company (Huffco)?
SVP Upstream Strategic Planning, Portofolio and Evaluation Pertamina Hulu, Meidawati mengatakan, pegawai Vico Indonesia bakal diserap untuk berganti kostum ke PHSS.
"Nanti mungkin akan ada masa transisi dari yang sebelumnya bekerja untuk Vico Indonesia menjadi untuk Pertamina Hulu (Sanga-Sanga)," ujar dia di Lapangan Muara Badak, Kalimantan Timur, Rabu (8/8).
General Manager Pertamina Hulu Sanga-Sanga Ateng Surahman menyampaikan, pihaknya tak akan menarik 100 persen pegawai eks Vico Indonesia sebab ada beberapa orang yang telah memasuki masa pensiun.
"Kawan-kawan yang yang sudah mendekati pensiun dan tidak fit tidak akan dibawa. Kalau dihitung-hitung, itu jumlahnya kurang dari 10 persen," sebut dia.
Saat ini jumlah total karyawan Vico Indonesia ada sekitar 580 orang. Selain pegawai yang akan pensiun, masih ada beberapa individu lain yang tidak diangkut lanjut kerja di WK Sanga-Sanga sebab memilih bekerja untuk kontraktor migas lain.
"Jadi mungkin ada sekitar 6 orang yang memilih bergabung dengan perusahaan lain," pungkas dia.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Pertamina gelontorkan Rp 7,5 M terangi 13.470 rumah di Jabar dan Banten
Alih kelola Blok Sanga Sanga, Pertamina integrasikan operasional aset
Operasikan Wilayah Kerja Sanga-Sanga, Pertamina siapkan investasi USD 237 juta
Jaga produksi Blok Rokan, ESDM dorong Pertamina lakukan investasi lebih awal
Pemerintah hibahkan aset eks Pertamina milik negara senilai Rp 511 miliar