Gara-gara ISIS, harga minyak dunia turun tipis
Pemerintah Irak meminta dibebaskan dalam pengurangan produksi minyak. Alasannya, Irak membutuhkan banyak dana untuk memerangi kelompok ekstremis tersebut.
Harga minyak dunia turun pada Selasa (Rabu pagi WIB) ke posisi USD 49 per barel. Hal ini disebabkan adanya perbedaan pendapat terkait pengurangan produksi minyak negara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).
Sebelumnya, OPEC telah sepakat untuk mengurangi produksi minyak menjadi 32,5 juta barel per hari dari jumlah saat ini mencapai 33,24 juta barel per hari guna meningkatkan pasar.
OPEC juga menyepakati kesepakatan tersebut untuk masing-masing negara pada pertemuan resmi di Wina, Austria pada November.
Namun, pemerintah Irak tetap mempertahankan produksi minyaknya. Alasannya, pemerintah Irak membutuhkan banyak uang untuk memerangi kelompok radikal ISIS.
Menteri Perminyakan Irak Jabar Ali al-Luaibi mengatakan Irak ingin dibebaskan dari kesepakatan tersebut.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember kehilangan USD 0,56 menjadi menetap di USD 49,96 per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember turun USD 0,67 menjadi ditutup pada USD 50,79 per barel di London ICE Futures Exchange.
Baca juga:
Rupiah menguat kembali ke level Rp 12.000-an per USD
DPR akan evaluasi kinerja Ditjen Bea Cukai
Bos BI optimis ekonomi RI tahun depan tumbuh lebih dari 5,1 persen
Sri Mulyani sebut postur anggaran 2017 cermin ekonomi RI tahun depan
Ini strategi pemerintah tekan utang meningkat tahun depan
Banggar restui RAPBN 2017 untuk mendapat pengesahan di paripurna
4 Solusi Bank Dunia agar pertumbuhan ekonomi RI tinggi