LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Fintech Amartha Salurkan Pinjaman Rp 650 Miliar Hingga Desember 2018

"Penyaluran pembiayaan sampai saat ini sekitar Rp 650 miliar yang telah disalurkan. Itu sudah sesuai yang kita rencakan sampai akhir tahun. Jadi kita memang target tahun ini memang segitu."

2018-12-06 13:50:53
Fintech
Advertisement

PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), salah satu pionir layanan fintech Peer-to-Peer (P2P) lending untuk usaha mikro, mencatat jumlah penyaluran pembiayaan pinjaman hingga per Desember 2018 mencapai sebesar Rp 650 miliar. Angka ini diklaim sudah mencapai target sampai akhir tahun.

"Penyaluran pembiayaan sampai saat ini sekitar Rp 650 miliar yang telah disalurkan. Itu sudah sesuai yang kita rencakan sampai akhir tahun. Jadi kita memang target tahun ini memang segitu," kata Vice President Amartha, Aria Widyanto saat ditemui di Jakarta, Kamis (6/12).

Dari jumlah tersebut, prusahaan yang konsisten membantu perempuan di pedesaan ini telah menyalurkan kepada 150 ribu pedagang kelas mikro di desa-desa. Kebanyakan pembiayaan disalurkan masih terpusat di Madura dan Pulau Jawa.

Advertisement

Melihat angka tersebut, pihaknya optimis penyaluran hingga akhir tahun akan bertambah. "Tahun ini mungkin kita bisa menjangkau sekitar 170 ribuan (orang) ya sampai akhir Desember dan kita on track lah sekarang sudah segitu lumayan," imbuhnya.

Amartha juga menargetkan pada tahun depan penyaluran pembiayaan bisa mencapai di kisaran 350 ribu orang. Selain itu, pihaknya juga akan berencana melebarkan sayap bisnisnya untuk di luar Jawa. "Dan dari sisi areanya selain Jawa juga akan sedikit di luar Jawa untuk pengembangan bisnis. Kita coba eksplor di luar Jawa misalnya di Sumatera, di Sulawesi untuk pengembangan bisnis kita," katanya.

Di sisi lain, persyaratan untuk melakukan pinjaman sendiri sebetulnya cukup mudah. Para pelaku usaha mikro, yang diutamakan ibu-ibu ini cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta surat rekomendasi izin dari suami.

Advertisement

Kemudian setelah beberapa persyaratan itu diajukan, hanya butuh waktu 30 menit untuk kemudian dilakukan proses wawancara kepada pihak peminjam. Para pelaku usaha mikro ini pun nantinya juga akan dibekali beragam pelatihan.

"Kita ada kewajiban training dulu selama tiga hari tujuannya adalah agar ibu-ibu bisa mengelola keuangannya dengan baik. Karena kita tidak ingin mencairkan uang ke orang yang sekiranya tidak bisa memegang uang gitu. Mangkanya kita latih dulu mereka selama tiga hari itu wajib sebelum uang itu dicairkan jadi ada prosesnya," pungkasnya.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.