LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Februari 2018, PT PP raih kontrak baru senilai Rp 2,86 triliun

Dengan perolehan tersebut, total kontrak baru sampai dengan bulan Februari 2018 tembus pada angka Rp 5,2 triliun. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya pencapaian sampai dengan bulan Februari ini tumbuh sebesar 20 persen.

2018-03-08 09:49:52
PT Pembangunan Perumahan
Advertisement

PT PP (Persero) Tbk mencatatkan kontrak baru senilai Rp 2,86 triliun pada bulan Februari 2018. Penambahan kontrak baru terdiri dari PT PP induk sebesar Rp 2,65 triliun dan entitas-entitas anak sebesar Rp 215 miliar.

Direktur Utama Perseroan, Tumiyana mengatakan, dengan perolehan tersebut, total kontrak baru sampai dengan bulan Februari 2018 tembus pada angka Rp 5,2 triliun. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya pencapaian sampai dengan bulan Februari ini tumbuh sebesar 20 persen.

"Perolehan kontrak baru PT PP Induk antara lain didapat dari proyek-proyek besar di antaranya terdiri dari proyek perluasan apron Bandara Ngurah Rai sebesar Rp 1,36 triliun, proyek runway Bandara Soekarno-Hatta Section I sebesar Rp 726 miliar dan proyek Vasanta Park Cikarang sebesar Rp 466 miliar," katanya di Jakarta, Kamis (8/3).

Advertisement

Sementara itu, entitas anak yang berhasil meraih kontrak baru adalah PT PP Properti Tbk (PPRO) sebesar Rp 150 miliar dan PT PP Presisi Tbk (PPRE) sebesar Rp 65 miliar (setelah eliminasi) pada bulan Februari 2018.

Berdasarkan project owner sampai dengan bulan Februari 2018, segmen BUMN mendominasi portofolio kontrak baru PT PP dengan kontribusi sebesar 71 persen, disusul segmen swasta sebesar 27 persen dan segmen pemerintah sebesar 2 persen.

Dengan demikian, total kontrak yang dihadapi atau order book yang dicapai oleh PTPP per Februari 2018 adalah sebesar Rp 63,3 triliun yang terdiri dari kontrak baru sebesar Rp 5,2 triliun dan kontrak carry over tahun 2017 sebesar Rp 58,1 triliun.

Advertisement

Tumiyana menjelaskan, selama tahun 2017, PT PP berhasil meraih kontrak baru sebesar Rp 41,0 triliun yang terdiri dari kontrak regular sebesar Rp 38,7 triliun dan kontrak Joint-Operation (JO) sebesar Rp 2,3 triliun. Untuk tahun 2018, PT PP menargetkan kontrak baru sebesar Rp 49 triliun atau 20 persen lebih tinggi dari perolehan kontrak baru yang diraih selama tahun 2017.

"Dengan target kontrak baru ini, PT PP akan memiliki total order book lebih dari Rp 100 triliun yang akan menjadi basis yang kuat bagi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih, tidak hanya untuk tahun 2018 namun juga untuk tahun-tahun berikutnya," ujar Tumiyana.

Baca juga:
Menko Darmin: Utang kita naik lebih cepat karena banyak bangun infrastruktur
Merasa tak dilibatkan dalam pembangunan, pengusaha Sumut & Papua diundang Jokowi
Pemerintah kaji turunkan tarif tol Becakayu
Kemenhub percepat proyek DDT Manggarai-Cikarang rampung di 2020
PUPR latih 1.000 pengawas pelototi pembangunan infrastruktur RI

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.