LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Fakta Unik Uang, Koin ini Diklaim Paling Enak Buat Kerokan Masuk Angin

Di era kolonial, ada uang logam bernama koin benggol yang kerap digunakan untuk kerokan. Mengutip situs resmi Bank Indonesia, koin benggol, khususnya pecahan 2 ½ cent Nederlandsch-Indie, dipakai untuk kerokan karena bentuknya yang besar dan tebal.

2022-01-07 06:00:00
Bank Indonesia
Advertisement

Tidak ada istilah medis yang bisa menggambarkan masuk angin sebagai penyakit. Namun masuk angin kerap menjadi sebutan bagi orang yang memiliki kondisi tubuh dengan gejala rasa tidak enak badan, panas-dingin, pusing, nyeri otot dan sendi, lemas dan sebagainya.

Solusi mengobati masuk angin ini biasanya dengan kerokan. Pengobatan tradisional ini menggunakan benda tumpul yang digesekkan ke permukaan kulit bagian punggung. Biasanya alat yang digunakan berupa uang logam.

Di era kolonial, ada uang logam bernama koin benggol yang kerap digunakan untuk kerokan. Mengutip situs resmi Bank Indonesia, koin benggol, khususnya pecahan 2 ½ cent Nederlandsch-Indie, dipakai untuk kerokan karena bentuknya yang besar dan tebal. Sehingga sangat nyaman digunakan untuk mengerok. Apalagi, bagian pinggirnya pun rata sehingga tidak sakit jika koin beradu dengan kulit.

Advertisement

Koin berbahan tembaga ini dicetak sejak 1856 – 1945 dan berlaku hingga tahun 1950-an. Dalam kurun waktu 16 tahun cetakan, koin benggol dicetak dengan jumlah yang bervariasi setiap tahunnya.

Pencetakan paling sedikit terjadi pada 1896 sejumlah 1,12 juta buah. Sedangkan cetakan terbanyak pada 1945 sebanyak 200 juta buah. Dari cetakan-cetakan tersebut, terdapat jenis cetakan khusus pada uang benggol tahun 1902, yaitu berbahan emas dan perak dengan berat 13,5 gram dalam jumlah yang terbatas.

Advertisement

Keunikan Lain Koin Benggol

©2022 Bank Indonesia

Koin benggol yang diterbitkan dalam dua cetakan dengan sejumlah perbedaan. Pada kelompok cetakan I, huruf arab ditulis dalam dua baris dengan menggunakan huruf arab gundul. Gambar mahkota dalam uang benggol, bagian atasnya lebih lebar dari bentuk mahkota dan ornamen mawar bentuknya lebih besar dari cetakan kedua.

Sementara itu, pada kelompok cetakan II, huruf arab ditulis dalam tiga baris dengan menggunakan huruf arab yang dilengkapi harakat. Gambar mahkota lebih kecil dan ornamen mawar yang dicetak ukurannya lebih kecil dari cetakan I.

Koin benggol di beberapa cetakan juga memiliki beberapa keunikan. Pada cetakan koin benggol emisi tahun 1945 terdapat huruf P pada bagian bawah angka 45. Hal ini menunjukkan koin benggol tersebut dicetak di Philadelphia, Amerika Serikat. Sedangkan koin dengan tanda prify pada koin bergambar pohon palem.

Lainnya, pada koin benggol emisi 1856 terdapat huruf mim. Huruf mim ini ada yang terbuka dan ada yang tertutup.

Selain koin benggol, Pemerintah Hindia Belanda juga mencetak uang koin dengan lubang ditengahnya. Koin ini biasa disebut dengan uang sen bolong. Koin tersebut berbahan tembaga. Diterbitkan sejak 1936 hingga 1945 dalam 6 tahun periode cetakan, yaitu 1936, 1937, 1938, 1939, 1942, dan 1945.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.