Faisal Basri soal Rupiah menguat: Efeknya belum begitu terasa
Ekonom Faisal Basri menilai, efek penurunan nilai tukar belum begitu signifikan. Meski begitu, dia mengatakan kondisi fundamental perekonomian RI memang terbilang stabil pada saat ini.
Mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) tercatat menguat dalam dua hari belakangan ini. Pagi ini, Rupiah bahkan dibuka menguat pada level Rp 14.945 per USD.
Ekonom Faisal Basri menilai, efek penurunan nilai tukar belum begitu signifikan. Meski begitu, dia mengatakan kondisi fundamental perekonomian RI memang terbilang stabil pada saat ini.
"Belum begitu terasa efek penurunan nilai tukar. Kita lihat nanti kecenderungan pada November-Desember. Minggu depan kan keluar data neraca pembayarannya Bank Indonesia (BI), nah itu baru klop nanti bisa dilihat," tuturnya di Menteng, Jakarta Pusat (06/11).
"Tapi fundamental (perekonomian) relatif bagus nih kalau kita lihat beberapa indikator kan membaik tidak seburuk yang saya bayangkan ya pertumbuhannya," dia menambahkan.
Dia berharap momentum ini dapat dijaga baik oleh pemerintah ke depannya. Termasuk dalam hal ini menjaga kondisi ketidakpastian global dalam rentang yang masih terukur bagi Indonesia.
"Kalau momentumnya bisa dijaga ya bagus, tapi catatannya cukup banyak ya. Oleh sebab itu jangan ada blunder yang buat asing itu jadi ingin jual surat utang negara (SUN). Blunder itu seperti ketidakpastian, instabilitas, mereka nggak suka ini. Sun dalam rupiah itu 37 persen dimiliki asing, kalo asingnya jual-jual terus maka celaka kita," terangnya.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Rupiah pimpin penguatan nilai tukar di Asia
Pertumbuhan ekonomi di atas ekspektasi bantu penguatan Rupiah
Pertemuan Trump dan Xi Jinping bikin dolar melemah
BI soal Rupiah menguat: Pertemuan Trump dan Xi Jinping memberi dampak positif
BI sebut penguatan Rupiah bukti keberhasilan pemerintah tekan impor