Fahri Hamzah kritik tiang LRT terlalu tinggi, ini penjelasan pemerintah
Konstruksi LRT sengaja dibuat dengan tiang panjang dan tinggi guna menyesuaikan dengan kontur tanah dan kondisi perlintasan jalan yang dilalui jalur LRT. Ini agar pengoperasian LRT nantinya tidak mengganggu lalu lintas.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah mengkritik konstruksi transportasi masal Light Rail Transit (LRT) yang ditopang dengan tiang panjang atau terlalu tinggi. Menurutnya, pembangunan dengan tiang tinggi akan membuat biaya semakin mahal.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Ridwan Djamaluddin mengatakan, konstruksi LRT sengaja dibuat dengan tiang panjang dan tinggi guna menyesuaikan dengan kontur tanah dan kondisi perlintasan jalan yang dilalui jalur LRT. Ini agar pengoperasian LRT nantinya tidak mengganggu lalu lintas.
"Yang pasti terkait operasional karena kelerengan harus tertentu, dia kan banyak perlintasan-perlintas sehingga harus diangkat," kata Ridwan, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (26/6).
Menurut Ridwan, pertimbangan teknis tersebut sudah dibahas dalam perencanaan pembangunan LRT, berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan tiang LRT harus dibuat tinggi. "Jadi terkait dengan itu, itu juga kita bahas, kan banyak perlintasan, ada hitung-hitungannya. Pertimbangan teknis lah intinya," ujarnya.
Ridwan mengungkapkan, jika LRT dibangun rendah maka akan menciptakan banyak perlintasan sebidang karena melintas di jalan, hal ini justru tidak efisien. Sebab, akan menghambat jalanya LRT dan lalulintas kendaraan. "Tujuannya mengurangi kepadatan lalu lintas kalau banyak perlintasan sebidang nanti salah satu LRT terhambat atau lalu lintas jalannya terhambat, perhitungannya teknis sih," tandasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menaruh curiga dengan struktur Light Rail Transit (LRT) yang tengah dibangun di Jakarta. Dia melihat adanya keganjilan karena pembangunan tiang pancang LRT terlalu tinggi.
"Saya memang melihat ganjil itu LRT yang tiangnya tinggi-tinggi itu. Kenapa bikin LRT tiangnya tinggi-tinggi, ya kan," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin, 25 Juni 2018.
Fahri heran pemerintah tidak membuat LRT di bawah tanah. Sebab, menurutnya, pembangunan tiang pancang yang tinggi akan membuat biaya membengkak.
"Bikin saja LRT di bawah tanah. Supaya enggak perlu ada biaya tiang. Tiangnya segini, mahal banget gitu. Curiga saya itu. Orang curiga, saya juga curiga," dia menerangkan.
Lebih lanjut, Fahri mendengar informasi soal adanya analisis pembangunan tiang pancang LRT yang tinggi tidak diperlukan.
"Nah dugaan saya itu, saya mendengar juga kalau ada yang mengatakan pada peninggian tiang itu sebenarnya ada analisis kalau itu tidak diperlukan di situlah terjadi tambahan biaya," tegas Fahri.
Atas dugaan ini, Fahri mengusulkan agar pembangunan LRT diaudit. "Saya begini ya pertama itu harus dicari sumbernya. Yang kedua kembangkanlah audit," tandas Fahri.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Luhut siap cium kaki Fahri jika tudingan keganjilan soal proyek LRT benar
Menko Luhut: Kasihan Pak Prabowo dapat info salah soal pembangunan LRT
Menengok kecanggihan dan mewahnya LRT di Indonesia
Menhub Budi bantah pembangunan LRT Palembang lebih mahal dari pada negara lain
Tudingan-tudingan Prabowo yang bikin barisan Jokowi geram