LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

ESDM: PLTG Tetap Jadi Andalan Saat Beban Puncak Listrik

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, pembangkit yang menjadi andalan untuk memenuhi beban puncak harus memiliki karakter bisa dengan cepat mengalirkan listrik, hal ini ada pada PLTG yang stabil dalam menghasilkan pasokan listrik.

2019-01-25 16:31:55
ESDM
Advertisement

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral ‎(ESDM) menegaskan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) tetap menjdi andalan saat beban puncak. Oleh sebab itu tidak ada penurunan kapasitas pembangunan dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, pembangkit yang menjadi andalan untuk memenuhi beban puncak harus memiliki karakter bisa dengan cepat mengalirkan listrik, hal ini ada pada PLTG yang stabil dalam menghasilkan pasokan listrik.

"Peaker itu justru harus cepat, begitu turun (daya) langsung cepat naik lagi,‎" kata Andy, di Jakarta, Jumat (25/1).

Advertisement

Andy melanjutkan, pemilihan PLTG sebagai andalan pemasok listrik saat beban puncak juga dapat‎ mengurangi penggunaan pembangkit dengan Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebab jika mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) tidak bisa memasok listrik dengan cepat.

"Karena isinya nanti gimana? apakah EBT bisa secepat itu, energi primer kan nekan BBM, kan harus diturunin terus, kalau BBM turun gas turun gimana?, batu bara ramping time lama, masaknya lama, kecuali ada PLTU yg ramping time cepat dalam sekian menit,nah itu oke sama kaya gas," jelasnya.

Menurut Andy, dengan karakter PLTG yang bisa cepat mengalirkan listrik, maka target jumlah PLTG yang beroperasi tidak diubah dalam RUPTL 2019 -2028‎, sehingga porsi penggunaan bakar dalam target bauran energi. "22 persen tetep, tadinya mau turun tapi nggak jadi tetap stabil‎," tandasnya.

Advertisement

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
PLTGU Terbesar di Asia Tenggara Ditarget Selesai Dibangun September 2021
Diresmikan, PLTGU Jawa 1 Akan Jadi Pembangkit Terintegrasi Terbesar di Asia Tenggara
Produksi gas Tiung Biru bakal dialokasikan untuk PLTGU Jawa 3
DPR sebut penggunaan gas ketimbang Solar di pembangkit hemat Rp 70 T
Usai ditinjau Jokowi, proyek mangkrak PLTGU Waai diserahkan ke PLN
Anak usaha PLN bangun PLTGU Tambaklorok Rp 4,8 triliun

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.