ESDM minta peran aktif pemda untuk perizinan pembangunan jaringan gas
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ego Syahrial, mengatakan pembangunan jaringan gas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 menargetkan 1,9 juta sambungan rumah tangga terbangun sampai 2019.
Pemerintah menjadikan pembangunan jaringan gas rumah tangga sebagai proyek strategis nasional. Namun, realisasinya masih terhambat perizinan.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ego Syahrial, mengatakan pembangunan jaringan gas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 menargetkan 1,9 juta sambungan rumah tangga terbangun sampai 2019.
"Kegiatan pembangunan jaringan gas bumi rumah tangga tercantum dalam RPJMN 2015- 2019 untuk memenuhi energi bersih murah ramah lingkungan dan efisien, bahkan jadi perhatian presiden dan jadi proyek strategis nasional," kata Ego di Kantornya, Jakarta, Jumat (23/3).
Menurut Ego, pembangunan jaringan gas saat ini masih terkendala beberapa hal. Salah satunya adalah perizinan di daerah terkait penggunaan lahan. Dia pun menyayangkan kendala tersebut, padahal jika jaringan gas sudah terbangun, masyarakat akan mendapat manfaat besar yaitu menggunakan energi yang murah, bersih dan efisien.
"Sampai sekarang itu tidak mudah. Perizinannya, BPN, jalan raya, tanah, izin daerah, walaupun tujuannya baik kan inginnya masyarakat dapat izin bersih dan murah. Ini kan daerah yang memenuhi sayarat," tuturnya.
Kementerian ESDM pun mengajak para pemimpin daerah untuk turun tangan melancarkan pembangunan jaringan gas bumi. "Ini kita ajak para bupati biar dipermudah, kalau ada hambatan jangan kami sendiri yang atasi. Tidak ringan ada aja protes segala macam," tandasnya.
Seperti diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Ditjen Migas telah melaksanakan pembangunan jaringan gas, sejak 2009 sampai dengan tahun 2017 dengan jumlah sambungan sebesar 228.515 Sambungan Rumah (SR) di 15 Provinsi meliputi 32 Kabupaten Kota.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Dibanding satu harga, ESDM ingin fokus perluas jangkauan jargas
PGN gandeng BPH Migas kaji wujudkan gas satu harga
Cerita warga Tarakan sempat gunakan elpiji Malaysia Rp 400.000 per tabung
Harga gas bumi untuk rumah tangga paling murah di DKI, termahal di Sorong
Pemerintah wujudkan energi berkeadilan lewat BBM Satu Harga dan Jargas
Jadi pengguna gas bumi kini tinggal pakai aplikasi PGN Mobile
Di 2017, ada 60.000 sambungan baru jaringan gas rumah tangga