LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

ESDM: Ekspor Konsentrat Freeport Indonesia Turun di 2019

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak mengatakan, produksi tembaga olahan atau konsentrat tembaga PT Freeport turun dari tahun lalu 2,1 juta ton per tahun menjadi 1,2 juta ton per tahun.

2019-01-09 19:01:25
Freeport
Advertisement

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa ekspor konsentrat tembaga PT Freeport Indonesia akan turun akibat penurunan produksi yang disebabkan peralihan lokasi penambangan.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak mengatakan, produksi tembaga olahan atau konsentrat tembaga PT Freeport turun dari tahun lalu 2,1 juta ton per tahun menjadi 1,2 juta ton per tahun.

"Nah, kira-kira di tahun 2019 itu turun kan produksinya. Itu jadinya sekitar 1,2 juta ton konsentrat," kata Yunus, di Kantor Direktorat Jenderal Mineral Batubara Kementerian ESDM, Rabu. (9/1).

Advertisement

Yunus mengungkapkan, ‎dari 1,2 juta ton produksi konsentrat Freeport Indonesia tahun ini, 800 ribu ton akan dimurnikan di fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) Smelting di Gresik, Jawa Timur. Sedangkan sisanya sebanyak 200 ribu ton ‎diekspor.

"Dari 1,2 juta ton, yang 800 ribu-nya ini ke smelting Gresik diproses. 2019 itu turun produksi konsentratnya kan,"‎ ujarnya.

Menurut Yunus, ‎saat produksi belum mengalami penurunan, ekspor konsentrat Freeport Indonesia sebanyak 1,2 juta ton per tahun. Sedangkan yang dimurnikan di Smelter Smelting Gresik sebanyak 800.000 ton per tahun.

Advertisement

‎"Tahun 2018. Yang 1,2 juta diekspor, yang 800 ribu-nya ini ke Smelting Gresik diproses. 2019 itu turun produksi konsentratnya kan," tutur Yunus.

Penurunan produksi Freeport Indonesia disebabkan penurunan kandungan mineral di tambang terbuka Grasberg, sehingga harus mengubah lokasi ke tambang bawah tanah. Namun, setelah 2020 produksi tembaga. Freeport Indonesia akan kembali naik hingga puncak produksinya sampai 2025.

"Kan perubahan dari tambang terbuka, open pit kepada tambang di bawah tanah. Ada proses ada infrastruktur, ada macam-macam lah bikin jalan menjadi turun 1,2 an juta konsentrat. Kira-kira 200 ribuan itu diekspor," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Bos Inalum: Freeport Tak Akan Bagi Dividen Selama Dua Tahun
Inalum Dipastikan Mampu Cicil Utang Meski Produksi & Pendapatan Freeport Turun
51 Persen Saham Dikuasai Indonesia, Freeport Beri Kesejahteraan untuk Papua
Produksi Freeport Anjlok Bertepatan dengan Indonesia Kuasai 51 Persen Saham
Eks Pekerja PT Freeport Indonesia Gelar Aksi Unjuk Rasa Saat CFD

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.