LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

ESDM Dukung Percepatan Produksi Migas Repsol di Blok Sakakemang

Repsol, perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Spanyol, berkomitmen dapat memproduksi pertama migas (first oil) dari Blok Sakakemang, Sumatera Selatan dalam waktu kurang dalam 3 tahun ke depan. Repsol memiliki komitmen untuk mempercepat produksi migas di Sakakemang dari 5 tahun.

2019-04-26 13:33:02
Migas
Advertisement

Repsol, perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Spanyol, berkomitmen dapat memproduksi pertama migas (first oil) dari Blok Sakakemang, Sumatera Selatan dalam waktu kurang dalam 3 tahun ke depan. Repsol memiliki komitmen untuk mempercepat produksi migas di Sakakemang dari 5 tahun menjadi kurang dari tiga tahun.

"Pemerintah akan memberikan dukungan penuh agar upaya ini dapat terwujud," jelas Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, melalui keterangan resmi, di Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Arcandra mengungkapkan, bentuk dukungan pemerintah diantaranya adalah proses persetujuan pengembangan (Plan of Development/POD) yang cepat, juga dukungan administratif lain yang memungkinkan target Repsol tercapai.

Advertisement

"Langkah ini dilakukan pemerintah, untuk memastikan bahwa proses eksplorasi dan produksi migas di Indonesia, khususnya dari blok Sakakemang berjalan cepat," tuturnya.

Menurut Arcandra, percepatan produksi gas di blok Sakakemang akan semakin memperkuat neraca gas di Indonesia. Secara geografis lokasi Sakakemang berdekatan dengan blok Corridor yang sudah matang infrastrukturnya, sehingga memungkinkan untuk menggunakan infrastruktur yang sudah ada guna mendukung produksi di Sakakemang.

"Pemerintah akan terus berupaya, melakukan inisiatif-inisiatif yang dibutuhkan untuk meningkatkan produksi gas nasional. Sehingga kekhawatiran bahwa Indonesia akan impor gas bumi dalam beberapa tahun ke depan tidak terbukti," ujar Arcandra.

Advertisement

Dalam pertemuan dengan para Executive Repsol di Madrid, juga dibahas mengenai kerjasama pengembangan teknologi enhanced oil recovery (EOR) di beberapa blok migas di Indonesia.

"Kehadiran kami di Madrid merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk terus memperkuat hubungan dengan para investor migas global dan menarik lebih banyak investasi migas di Indonesia. Dengan berbagai teroboson regulasi dan pemangkasan ratusan aturan yang tidak produktif, kami optimis investasi migas akan terus meningkat," tandasnya.

Blok Sakakemang menjadi salah satu temuan migas terbesar di dunia selama periode 2018-2019. Dengan cadangan terbukti gas bumi mencapai sekitar 2 triliun kaki kubik (tcf), temuan Repsol ini juga menjadi yang terbesar di Indonesia selama 18 tahun terakhir.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Arcandra Beberkan Alasan Blok Migas RI Ramai Dilirik Investor
Mei, ESDM Terbitkan Aturan Gratiskan Data Migas
Arcandra Sebut 14 Blok Migas Eksplorasi Pakai Skema Gross Split, Bantah Tak Menarik
BPH Migas dan BLU Litbang ESDM Sinergi Perkuat Tata Kelola Jaringan Migas
Perusahaan Asal Oman Gandeng Perusahaan Lokal Bangun Kilang Bontang
Selesai 2026, Pembangunan Kilang Bontang Butuh USD 15 Miliar
Arcandra Tahar Dorong Pelaku Usaha Tambang Gunakan Online System

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.