6 Pembangkit listrik dibangun entaskan kemiskinan Jawa Barat bagian Selatan
Kementerian ESDM turut serta mengentaskan kemiskinan di wiayah Jawa Barat bagian Selatan dengan menghadirkan listrik. Saat ini ada sekitar 5.000 KK di wilayah Jawa Barat bagian Selatan yang belum menikmati listrik dengan optimal. Sementara itu, ada 52.000 KK yang belum menikmati listrik.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut serta mengentaskan kemiskinan di wilayah Jawa Barat bagian Selatan dengan menghadirkan listrik. Saat ini ada sekitar 5.000 kepala keluarga (KK) di wilayah Jawa Barat bagian Selatan yang belum menikmati listrik dengan optimal. Sementara itu, ada 52.000 KK yang belum menikmati listrik.
"Kontribusi Kementerian ESDM di mana ada sekitar 5.000an KK di 10 lokasi yang perlu kita bantu listriknya, juga ada sekitar 52.000 KK juga yang teridentifikasi belum teraliri listrik," kata Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (3/4).
Menurut Arcandra, instansinya akan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMh) sebanyak enam unit, untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Jawa Barat bagian Selatan. Hal ini sudah ditetapkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).
"Solusinya di RUPTL PLN sudah ada pembangunan 6 PLTMh, saya belum tahu saya belum cek," ucapnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan wilayah Jawa Barat bagian Selatan, khususnya Sukabumi bagian Selatan merupakan kantung kemiskinan, yang mewakili provinsi terebut.
"Itu ada kantong kemiskinan yang tidak sesuai dengan profile Jawa Barat secara keseluruhan," kata Menteri Bambang.
Pemerintah memberlakukan perhatian khusus hingga level desa di wilayah tersebut, untuk mengentaskan kemiskinan dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. "Ya itu penguatan di Sukabumi bagian selatan. Mau ada perhatian khusus sampai ke level kampung, desa," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Bos Bappenas sebut kemiskinan Sukabumi bagian Selatan masih tinggi
Polres Gowa bedah gubuk derita Kakek Bunga jadi rumah layak huni
Mendes beberkan tiga penyebab tingginya stunting di Indonesia
Datang ke Semarang, Beckham sengaja ingin bertemu bocah penjual tas
Bank Dunia puji kebijakan fiskal pemerintah sukses kurangi ketimpangan
Mbah Ramun, seorang veteran usia 101 tahun kini hidup memulung di Jakarta
50 Persen penduduk Jakarta tak punya rumah