LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Erick Thohir Tak Ingin Perusahaan Mati Suri Sedot Profit Induk BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tak ingin anak-cucu perusahaan pelat merah hanya menyedot keuntungan induk perusahaan. Sehingga, pembubaran perusahaan yang mati suri atau tak menguntungkan jadi salah satu opsi yang bisa diambil.

2022-03-17 17:15:49
BUMN
Advertisement

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tak ingin anak-cucu perusahaan pelat merah hanya menyedot keuntungan induk perusahaan. Sehingga, pembubaran perusahaan yang mati suri atau tak menguntungkan jadi salah satu opsi yang bisa diambil.

Saat ini, Erick telah melakukan pembubaran kepada tiga perusahaan yang sudah berhenti beroperasi sejak lama. Di antaranya, PT Kertas Kraft Aceh, PT Industri Sandang Nusantara, dan PT Industri Gelas atau Iglas.

"Kita tidak mau pembentukan anak cucu ini hanya mengurangi profit BUMN sebagai turunan perusahaan sebagai yang menyedot keuntungan," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (17/3).

Advertisement

Dia menjelaskan, keputusan pembubaran adalah langkah terbaik karena ketiga BUMN tersebut sudah tidak dapat melaksanakan perannya dalam memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional, meraih keuntungan, dan memberikan kemanfaatan umum sesuai Undang-Undang BUMN No.19 Tahun 2003.

Langkah ini juga sejalan dengan transformasi yang dijalankan Kementerian BUMN agar perusahaan-perusahaan BUMN makin profesional, transparan, dan akuntabel. "Saya tegaskan, BUMN- BUMN yang tidak sehat, sudah tidak beroperasi, terus merugi, dan tidak berkontribusi pada negara dan rakyat harus dibubarkan," ujarnya.

Advertisement

Tak Berhenti di Tiga Perusahaan

Erick menegaskan pembubaran perusahaan tak hanya berhenti pada tiga perusahaan ini saja. Pihaknya masih terus mengkaji dan melakukan peninjauan atau review kepada perusahaan lainya.

Utamanya, pada empat perusahaan sisanya yang masuk dalam radar Erick untuk dibubarkan dalam waktu dekat. Sementara, Erick belum menyinggung kapan pembubaran PT PLN Batu Bara akan dilakukan.

"Dan kita juga sedang mereview perusahaan lain, yang ada di (bawah kendali) Danareksa dan PPA (Perusahaan Pengelola Aset), dari tujuh, ini sekarang sudah tiga, masih ada 4 lagi, tetapi apakah terbatas ini? Tidak," katanya.

"Tadi kita sampaikan, kita juga sudah menutup anak cucu perusahaan BUMN yang jumlahnya 800 itu terus kita dorong, mungkin sudah ada 51 (ditutup)," imbuhnya.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.