Erick Thohir Kembali Angkat Budi Waseso Jadi Dirut Bulog
Perum Bulog menulis, pengangkatan kembali Budi Waseso ini sesuai dengan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-91/MBU/04/2023 tanggal 27 April 2023 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perum Bulog.
Budi Waseso kembali ditunjuk sebagai Direktur Utama Perum Bulog. Dengan demikian, Budi Waseso sah menjabat sebagai BUMN Pangan tersebut sebanyak dua kali.
Penunjukan kembali Budi Waseso sebagai Dirut Bulog ini disampaikan akun Instagram Perum Bulog @perum.bulog
"Segenap Keluarga Besar Perum Bulog mengucapkan selamat kepada Bapak BUDI WASESO yang telah diangkat kembali menjadi Direktur Utama Perum BULOG," dikutip dari akun tersebut, Sabtu (29/4).
Perum Bulog menulis, pengangkatan kembali Budi Waseso ini sesuai dengan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-91/MBU/04/2023 tanggal 27 April 2023 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perum Bulog.
Selama menjabat sebagai Perum Bulog, Budi Waseso memang dikenal tegas. Salah satunya, dia pernah mengaku geram atas kelakuan mafia beras, karena membuat harga mahal di pasaran.
Total, ada 350 ton beras Bulog yang dioplos dan dibungkus ulang dengan berbagai merk, kemudian dijual kembali ke pasar tradisional melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Akibatnya, masyarakat kesulitan membeli bahan pangan pokok itu.
Purnawirawan jenderal bintang tiga itu kesal, lantaran operasi pasar yang dilakukan Bulog tidak mampu menurunkan harga beras yang terus meroket di kisaran Rp12 ribu per kilogramnya, serta menimbulkan inflasi secara nasional.
Harga beras mahal, bahkan sampai Rp12.000, tugas Bulog sampai melakukan operasi pasar untuk intervensi supaya harganya lebih murah, karena ini kalau tidak memunculkan inflasi yang tinggi," ujar Dirut Bulog, Budi Waseso, di Polda Banten.
Meski telah operasi pasar dan mengimpor 500 ribu ton, namun harga beras masih mahal. Buwas pun mengaku curiga dan memprediksi adanya kecurangan di pasaran. Padahal Bulog menjual ke pasaran dengan harga di kisaran Rp8.300 per kilogramnya.
Bahkan dia mendapatkan informasi adanya pengiriman beras Bulog ke Atambua, Kabupaten Belu, NTT secara ilegal yang nantinya akan dijual dengan harga mahal.
(mdk/idr)