Erick Thohir: Era Disrupsi Harus Diantisipasi, Kalau Tidak Kita Jadi Dinosaurus
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, tantangan dalam era disrupsi perlu diantisipasi. Yakni dengan kecakapan sumber daya manusia atau human capital. Dia mengatakan, jika tak mampu mengantisipasinya, negara dan BUMN sebagai korporasi akan tertinggal.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, tantangan dalam era disrupsi perlu diantisipasi. Yakni dengan kecakapan sumber daya manusia atau human capital. Dia mengatakan, jika tak mampu mengantisipasinya, negara dan BUMN sebagai korporasi akan tertinggal.
"Ini di era disrupsi tak hanya soal kehidupan kita, tapi ada (tantangan) digitalisasi, robotic, dan globalisasi, tapi juga green economy, yang memastikan ini yang terbesar, kalau tak antisipasi tentu sebagai negara dan BUMN korporasinya juga kita akan jadi dinosaurus," kata dia dalam Indonesia Human Capital Summit 2021, Jakarta, Selasa (16/11).
Untuk itu, ia sempat mengacu pada perubahan yang terjadi di Amerika Serikat setiap 20-30 tahun sekali. Khususnya perubahan dalam model bisnis yang dijalankan korporasi.
"Di Indonesia, kita lihat bagaimana dulu 2014, atau 2010 keadaannya, dan sekarang fokus bisnis di teknologi. Ada Tesla di segi otomotif, tapi juga dia (mengedepankan) teknologi," kata dia.
Tesla, lanjut Menteri Erick, mampu memainkan market di pada sektor mobil otomatis atau otonomous vehicle. Kemudian juga menengok peran bagaimana Tesla bisa melakukan distribusi mobil otomatis untuk memajukan industri otomotif di Indonesia.
"Lalu, Google dengan teknologi advertising yang tak hanya digunakan untuk searching," kata dia.
Antisipasi
Lebih lanjut, Menteri Erick mengatakan, perkembangan itu jadi tantangan bagi segi human capital. Pasalnya, dengan demikian akan ada perubahan model pekerjaan yang juga akan terjadi.
"Jadi saya rasa ini jadi challange kita di Human Capital, kita harus bikin roadmap. Mudah-mudahan dengan sumbangsih ini, kita bisa berikan sekian persen ke negara. Kalau kita mapping ini, amat sangat membantu, dan reshaping sebagai korporasi tapi juga kepada negara karena banyak perubahan job," tuturnya.
"Pasti ada juga new jobs, pasti disrupsi itu ada positif dan ada negatif," tambah dia.
Dia menyebutkan, telah melakukan antisipasi dalam menghadapi perubahan yang terjadi secara global ini. Dua hal yang utama saat ini yakni human capital dan inovasi.
"Kita buat di awal amanah itu diberikan kepada saya dan ada dua yang penting, hari ini ada dua, human capital dan inovation," kata dia.
"Kita sudah punya roadmap transformasi berdasarkan lima rekomendasi, tinggal bisa enggak diimplementasikan secara konsisten," imbuh Menteri Erick.
Reporter: Arief Rahman
Sumber: Liputan6.com
(mdk/rnd)