LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Erick Thohir Berambisi Indonesia jadi Super Hub Logistik Asia Tenggara

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menginginkan, pelabuhan di Indonesia bisa menjadi super hub bagi kawasan Asia Tenggara atau ASEAN. Menyusul, melimpahnya kekayaan sumber daya alam (SDA) lautan di Tanah Air.

2021-11-23 16:27:25
Logistik
Advertisement

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menginginkan, pelabuhan di Indonesia bisa menjadi super hub bagi kawasan Asia Tenggara atau ASEAN. Menyusul, melimpahnya kekayaan sumber daya alam (SDA) lautan di Tanah Air.

"Kita tidak mau pelabuhan (di Indonesia) menjadi hub. Tapi kita mau menjadi super hub di Asia Tenggara yang menuju Eropa dan lain. Toh kita kaya dengan sumber daya alam (laut)," tegasnya dalam Kompas Talks bertajuk Potret Masa Depan Industri Logistik Indonesia Di Era Disrupsi, Selasa (23/11).

Selain dikaruniai SDA sektor bahari yang melimpah, lanjut Menteri Erick, potensi pasar yang besar juga merupakan kesempatan emas bagi pelabuhan di Indonesia menjadi super hub di kawasan Asia Tenggara.

Advertisement

"Jadi, kita kaya dengan market kita," jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap PT Pelabuhan Indonesia (Persero) jeli menangkap peluang bisnis di sektor industri pelabuhan. Antara lain dengan meningkatkan produktivitas dan efisiensi melalui standardisasi proses bisnis dan layanan secara profesional.

"Kita juga ingin Pelindo Group dapat menekan biaya logistik secara bertahap.
Kemampuan mengatasi biaya logistik ini sangat berpengaruh meningkatkan daya siang negara," jelasnya.

Advertisement

Menteri Erick membeberkan lima sasaran pengembangan industri pelabuhan di Indonesia pasca penggabungan Pelindo I-IV. "Bagaimana meningkatkan daya saing global, kita tak mau cuma jadi Hub tapi Super Hub, toh kita kaya dengan Sumber Daya Alam dan market,” katanya.

Diketahui, salah satu pemain logistik kelautan terbesar di Indonesia dipegang oleh Pelindo. Dimerger-nya Pelindo menjadi salah satu daya jual yang menarik karena mampu menekan biaya logistik dan meningkatkan potensi persaingan di pasar global.

Kedua, terjadinya peningkatan operasional dengan mengurangi biaya pelabuhan dan meningkatkan pelayanan jasa pelabuhan. Lalu, peningkatan sinergi pengembangan pelabuhan dalam sistem transportasi nasional dan sistem logistik nasional.

Dan, peningkatan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan serta mendukung pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Serta, pengembangan Sumber Daya Manusia dalam industri pelabuhan.

"Peningkatan efisiensi operasional apakah nanti namanya clean management, biaya mahal dan korupsi-korupsi (dipangkas), dan saya yakin direksi dan komisaris Pelindo yang baru punya komitmen itu," katanya.

Biaya Logistik Indonesia Tertinggi di ASEAN

Menteri Erick menuturkan, kemampuan biaya logistik sangat berpengaruh dalam meningkatkan daya saing sebagai negara. Saat ini, biaya logistik di Indonesia masih merupakan yang tertinggi dibandingkan negara-negara tetangga lainnya.

"Biaya logistik kita masih mahal, 23 persen dari GDP, masih tinggi tentu dibandingkan negara lain, singapura 8 persen India 13 persen, Malaysia 13 persen, kenapa kita tak bisa?," kata dia.

Mahalnya biaya logistik di Indonesia, kata Erick, dipengaruhi oleh lima isu utama. Di antaranya regulasi pemerintah yang tidak kondusif, misalnya lead time clearance pelanggan yang lama di pelabuhan.

Lalu, efisiensi value chain darat yang rendah, artinya kurangnya akses layanan jalan, kereta, dan trucking. Kemudian efisiensi value chain maritim yang rendah, misalnya pelayaran yang sangat terfragmentasi dan besarnya penggunaan kapal kecil.

Selanjutnya, operasi dan infrastruktur pelabuhan tidak optimal seperti waktu turnaround yang lama dan infrastruktur pelabuhan yang tidak mencukupi. Serta supply dan demand yang tidak seimbang, seperti permintaan yang terkonsentrasi di Jawa menyebabkan peti kemas kosong.

Lebih jauh, sebagai bagian dari kolaborasi, Menteri Erick memastikan Kementerian BUMN tetap akan menjadi mitra abadi dengan Kementerian Perhubungan dalam membangun konektivitas logistik di jalur laut.

"Kita selalu berusaha bertukar pikiran apakah mengenai logistik laut, logistik udara juga yang challenging yang tentu hal-hal lain yang kita pastikan harus ada kolaborasi yang tentu tidak berdiri sendiri-sendiri," katanya.

Reporter: Arief Rahman

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.