LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Erick Thohir Ajak Jepang Gaet BUMN RI Kembangkan EBT Hingga Kesehatan

Hal ini selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rangka mewujudkan ketahanan energi, kesehatan, dan pangan di tengah ancaman krisis pangan.

2022-07-27 19:11:12
Kerja sama Bilateral
Advertisement

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong kerja sama antara BUMN dengan Jepang di tiga sektor pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), industri kesehatan, dan pengembangan industri perikanan. Hal ini selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rangka mewujudkan ketahanan energi, kesehatan, dan pangan di tengah ancaman krisis pangan.

"Selama ini Jepang telah menjadi mitra strategis bagi BUMN, baik itu lewat skema bussiness to bussiness maupun government to government," ujar Erick saat mendampingi kunjungan kerja presiden ke Jepang, Rabu (27/7).

BUMN siap meningkatkan kemitraan dengan Jepang dalam sektor pengembangan EBT. Menurutnya, pengembangan EBT adalah keharusan mengingat kebutuhan Indonesia terhadap energi bersih masih sangat besar dan pemerintah pun berkomitmen mencapai Net Zero Emission pada 2060 serta mengurangi emisi gas rumah kaca berbasis National Determined Contribution (NDC) hingga 29 persen pada 2030.

Advertisement

"Ada PLN dan Pertamina yang sudah menjalin kontrak kerja sama dengan perusahaan asing untuk memproduksi EBT, dan kita ingin meningkatkan kerja sama dengan Jepang untuk percepatan EBT," imbuhnya.

Di bidang kesehatan, BUMN membuka diri terhadap investasi Jepang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sanur, Bali. Dengan KEK kesehatan ini, Bali akan menjadi health tourism hub atau pusat wisata kesehatan dan kebugaran di Indonesia. Menurut Erick, pasar wisata Kesehatan Indonesia sangat besar. Erick menyebut sekitar 600 ribu masyarakat Indonesia selama ini berobat ke luar negeri.

"Saat pandemi tentu jumlah orang Indonesia yang berobat ke luar negeri berkurang. Ini harus jadi momentum buat kita mempersiapkan segala fasilitas rumah sakit skala internasional yang selaras dengan tujuan wisata medis," ujarnya.

Advertisement

Erick mengatakan telah mengundang perusahaan kesehatan Jepang, Mitsui Healthcare, untuk berinvestasi di kawasan seluas 41 hektare itu. Erick meyakinkan Mitsui dan investor Jepang lain bahwa KEK Sanur punya potensi yang tak kalah hebat dibandingkan negara-negara tetangga.

Baca juga:
Senyum Presiden Jokowi Bertemu PM Jepang Fumio Kishida
Bertemu PM Kishida, Jokowi Ajak Jepang Hadiri KTT G20 di Bali
Kemesraan Jokowi Bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing
Jokowi Bertemu PM China, Bahas Peningkatan Kerja Sama Ekonomi
Tiba di Beijing, Jokowi akan Bertemu Presiden dan PM China
Sederet Isu Dibawa Menko Airlangga Bertemu Menteri Jepang, dari Tuna Hingga Otomotif

Selain berada di destinasi wisata unggulan dunia, Erick menyampaikan KEK Sanur juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti eco park, area komersial, sekolah, dan perhotelan. "Dari sisi lokasi, fasilitas, dan kemudahan regulasi tentu akan menambah daya tarik tersendiri bagi investor Jepang untuk berinvestasi di KEK Sanur," Erick melanjutkan.

Di sektor industri perikanan, BUMN tengah membuat ekosistem perikanan yang terintegrasi. Model ekosistem ini bersifat dari hulu ke hilir oleh sejumlah BUMN kepada para nelayan, mulai dari bantuan pembiayaan, akses BBM, pendampingan, asuransi, dan serapan hasil tangkapan nelayan.

Dia berharap pola ekosistem perikanan yang terintegrasi tak hanya meningkatkan produktivitas hasil tangkapan, melainkan juga yang terpenting meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan keluarganya.

"Tiga fokus kerja sama ini bukan semata-mata BUMN berhasil menarik investasi dari Jepang masuk, namun yang paling penting yaitu sesuai dengan tujuan BUMN ialah mendorong SDA yang melimpah ini jadi sumber pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan pekerjaan untuk rakyat kita," tutup Erick.

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.