Emirsyah Satar tinggalkan kursi bos Garuda Indonesia
Pemegang saham akan dimintakan persetujuaan pada rapat umum pemegang saham luar biasa, 12 Desember 2014.
Emirsyah Satar mengundurkan diri sebagai Direktur utama Garuda Indonesia. Hal tersebut sudah disampaikan kepada Menteri BUMN Rini Soemarno selaku pemegang saham mayoritas.
Demikian diungkapkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (11/12). Otoritas bursa sudah menerima surat pengunduran diri Emirsyah pada 10 Desember 2014.
Terkait itu, pemegang saham akan dimintakan persetujuaan pada rapat umum pemegang saham luar biasa, 12 Desember 2014. Berdasarkan anggaran dasar perseroan, pengunduran diri tersebut akan efektif setelah disetujui dalam rapat umum pemegang saham.
Mengacu kepada Peraturan Bapepam No.X.K.1 lampiran keputusan ketua bapepam no.kep-86/PM/1996 tentang keterbukaan informasi yang harus disegerakan diumumkan kepada publik dan peraturan bursa efek jakarta No.1-E tentang kewajiban penyampaian informasi tanggal 19 juli 2004 bersama ini kami sampaikan bahwa pada tanggal 8 Desember 2014.
(mdk/yud)