LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ekspor RI ke AS diperkirakan turun 50 persen jika GSP dicabut

"Sebagai contoh apa yang kita lakukan dengan AS. Dari pada saya datang meminta mengemis, gsp ini kita perlu. Karena kalau dicabut ekspor kita akan turun 50 persen. Jadi saya datang kesana (AS) sebagai bangsa yang besar yaitu kita setara dan tingkatkan perdagangan kepentingan dua negara," kata Mendag Enggar.

2018-10-18 17:39:46
Kemendag
Advertisement

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjelaskan, momentum perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) harusnya dapat menjadi peluang positif bagi Indonesia. Hal ini dia gambarkan sebagai dua sisi mata uang.

"Setiap momentum pasti ada ancaman tetapi sekaligus ada peluang. Termasuk juga dengan perang dagang. Jadi kita harus lihat dulu," tuturnya saat ditemui di Bandung, Kamis (18/10).

Salah satu yang disoroti pada kesempatan ini ialah soal status Generalized System of Preference (GSP) RI oleh AS. GSP adalah negara yang memperoleh fasilitas keringanan bea masuk dari negara maju untuk produk-produk ekspor negara berkembang dan miskin.

Advertisement

"Sebagai contoh apa yang kita lakukan dengan AS. Dari pada saya datang meminta mengemis, gsp ini kita perlu. Karena kalau dicabut ekspor kita akan turun 50 persen. Jadi saya datang kesana (AS) sebagai bangsa yang besar yaitu kita setara dan tingkatkan perdagangan kepentingan dua negara," ujarnya.

Enggar menjelaskan, kesepakatan pertukaran kerja sama dagang pun dipilih guna memanfaatkan perang dagang (trade war) yang tengah terjadi agar menjadi peluang.

"AS alami kesulitan akses, oke kita serap. Tapi AS juga harus kasih produk RI untuk masuk. Misalnya, tarif biaya masuk alumunium dan baja kita dikenakan 25 dan 10 persen. Disini saya bilang, oke saya impor boeing dari anda tapi boieng pergunakan alumunium dikenakan biaya, jadi biaya pokok anda lebih tinggi dibandingkan dengan airbus," kata dia.

Advertisement

"Dan mereka langsung paham akan statement ini. Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Wilbur Ross paham untuk ini dan akhirnya kami dapatkan exception dari AS untuk itu," tandasnya.

Sebelumnya, Sebanyak 3.547 produk ekspor akan terdampak apabila Amerika Serikat mencabut pemberlakuan fasilitas keringanan bea masuk atau generalized system of preferences (GSP) terhadap Indonesia. Produk tersebut terdiri atas tekstil, footwear, minyak sawit dengan nabatinya dan mesin.

Penyebab rencana pencabutan ini karena Indonesia dinilai memiliki nilai ekspor yang surplus terhadap negara Paman Sam tersebut. Selain itu, Indonesia juga dinilai berencana menghambat masuknya produk hortikultura dari AS ke Indonesia dengan membatasi kuota produk.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Mendag Enggar optimistis capai target ekspor hingga 11 persen tahun ini
Soal ekspor All New Brio, tunggu satu bulan lagi!
Pemerintah target perjanjian dagang bebas dengan Uni Eropa rampung awal 2019
Geliat pedagang mainan lokal bertahan dari produk impor
Kebijakan Solar campur 20 persen minyak sawit terbukti tekan impor migas

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.